Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembukaan Lapangan Kerja Belum Tersebar ke Daerah

Berdasarkan data Survei Konsumen Desember 2019 dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 meningkat sebesar 126,4 lebih tinggi dari 124,2 pada November. Kenaikan ini didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  10:54 WIB
Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia yakni pada kuartal I/2015 sebesar 4,7% atau melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2014 sebesar 5,1% dinilai sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah harus segera bertindak untuk memulihkan perekonomian misalnya upaya menekan inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. - Antara
Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia yakni pada kuartal I/2015 sebesar 4,7% atau melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2014 sebesar 5,1% dinilai sangat mengkhawatirkan sehingga pemerintah harus segera bertindak untuk memulihkan perekonomian misalnya upaya menekan inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme konsumen pada dunia usaha masih terpusat di kota-kota besar terkait dengan pembukaan lapangan kerja baru, sehingga belum tersebar ke daerah-daerah di luar Jawa.

Berdasarkan data Survei Konsumen Desember 2019 dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 meningkat sebesar 126,4 lebih tinggi dari 124,2 pada November. Kenaikan ini didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Secara teperinci, IKE meningkat 3,8 poin dari bulan sebelumnya menjadi 113,1. Pada November 2019, persepsi konsumen tercatat 109,3. Ada banyak faktor pendorong kenaikan IKE. Misalnya saja Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja naik 6,6 poin, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) naik 3,9 poin, dan Indeks Penghasilan saat ini naik 1,1 poin. Kenaikan persepsi konsumen atas ketersediaan lapangan kerja tecermin pada responden berpendidikan SLTA dan Akademi. Dari segi usia, kenaikan indeks terjadi pada responden berusia 20-30 tahun, dan juga 40-60 tahun.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana menyatakan, optimisme konsumen yang terjaga pada akhir 2019 berkat kenaikan harga komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit. Meski demikian, Fikri menilai optimisme ini hanya muncul atas ketersediaan lapangan kerja di kota-kota besar.

Dengan demikian, optimisme konsumen dan kenaikan harga komoditas lebih akan mendongkrak ekonomi nasional atau Produk Domestik Bruto (PDB) ketimbang Produk Domestik Bruto Regional (PDRB).

“Jadi untuk di daerah kemungkinan besar lebih didorong oleh penerimaan PNS [pegawai negeri sipil] ketimbang kenaikan harga komoditas, karena indeks ekspektasi pada 6 bulan mendatang pada subkegiatan dunia usaha masih terkontrasi -0,4%,” ujar Fikri kepada Bisnis.com, Senin (13/1/2020).

Hal tersebut senada dengan ulasan pada Survei Konsumen yang juga mengatakan, indeks keyakinan pada ketersediaan lapangan kerja disebabkan oleh berlangsungnya pembukaan CPNS 2019 yang ditutup pada akhir November 2019 sampai awal Desember 2019, disusul proses seleksi yang berlangsung hingga pertengahan Desember 2019.

Mengacu dari survei terbaru Bank Indonesia yakni Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kuartal IV/2019 yang menyatakan ekspansi dunia usaha masih terjadi meski cenderung melambat.

Pada komponen tenaga kerja, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dari penggunaan tenaga kerja pada kuartal IV/2019 sebesar 0,95% lebih rendah dibandingkan dengan 1,40% pada kuartal III/2019.

Jika mengacu berdasarkan sektor ekonomi, SBT penggunaan tenaga kerja tertinggi terjadi pada sektor jasa-jasa dengan nilai SBT 0,98%, diikuti oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran bernilai SBT 0,45% didorong peningkatan permintaan pada periode Natal dan Tahun Baru.

Sejalan dengan prakiraan peningkatan kegiatan usaha pada kuartal I/2020, penggunaan tenaga kerja pada periode tersebut diindikasi mengalami peningkatan. SBT penggunaan tenaga kerja kuartal I/2020 sebesar 2,26%, lebih tinggi dari SBT 0,95% pada kuartal sebelumnya.

Seperti kuartal sebelumnya, SBT penggunaan tenaga kerja tertinggi masih terjadi pada sektor jasa-jasa dengan SBT 1,07%, meningkat dibandingkan dengan 0,98% pada kuartal sebelumnya dan yang terendah pada sektor Industri Pengolahan dengan SBT -0,60%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapangan kerja
Editor : Achmad Aris
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top