Antam Pastikan Wilayah Operasionalnya Bukan Penyebab Bencana

PT Aneka Tambang Tbk. memastikan wilayah operasionalnya yang terletak di Kabupaten Lebak dan Bogor bukan penyebab bencana di dua wilayah tersebut.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  21:12 WIB
Antam Pastikan Wilayah Operasionalnya Bukan Penyebab Bencana
Sinergi ANTAM, MIND ID dan TNI dalam penanganan Banjir Lebak, Banten.

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Aneka Tambang Tbk. memastikan wilayah operasionalnya yang terletak di Kabupaten Lebak dan Bogor bukan penyebab bencana di dua wilayah tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) Kunto Hendrapawoko mengatakan bahwa wilayah operasional perusahaan di Lebak berbeda dengan lokasi terdampak banjir bandang dari Sungai Ciberang.

Antam memang memiliki bekas tambang Cikotok yang terletak di Kecamatan Cibeber, sedangkan wilayah terdampak banjir bandang berada di Kecamatan Lebakgedong.

“Lokasi eks tambang emas Cikotok berada di punggung gunung yang berbeda dengan aliran sungai yang berbeda juga,” katanya melalui keterangan tertulis.

Sekadar diketahui, bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak dan Bogor telah mengakibatkan jumlah pengungsi yang tinggi.

Data rekapitulasi dampak banjir dan longsor Jabodetabek & Lebak dari situs BNPB hingga Jumat 10 Januari 2020 pukul 06.00 WIB mencatat 5.139 orang mengungsi di Kabupaten Lebak, dan 22.504 jiwa mengungsi di Kabupaten Bogor.

Kunto menuturkan, bekas tambang Cikotok telah memasuki pascatambang pada 2008, dan perusahaan juga telah menghentikan kegiatan operasionalnya.

Bahkan, pada 2015 pemerintah daerah telah menyetujui pascatambang Cikotok, dan menyatakan reklamasi di wilayah tersebut berhasil.

“Setelah pascatambang Cikotok disetujui, maka Pemda telah melepaskan kewajiban Antam. Saat ini di sana telah terbit IUP baru yang dikelola oleh perusahaan swasta,” ujarnya.

Tambang emas Cikotok sendiri beroperasi pada 1936, dan melebur dengan Antam pada 1968. Tambang tersebut berada di Kecamatan Cibeber seluas IUP sebesar 2.416 hektar, dengan sistem tambang bawah tanah.

Setelah pascatambang, lubang-lubang tambang di lokasi itu telah ditutup dan areal bukaan lahan di reklamasi.

Selain itu, Kunto juga memastikan bahwa lokasi longsor di beberapa titik di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor berada jauh dari area operasi tambang emas Pongkor.

“Operasi tambang emas Pongkor berada di desa yang berbeda dengan beberapa titik longsor,” jelasnya.

Jumlah pengungsi karena longsor dan retakan tanah di wilayah Kecamatan Nanggung mencapai 3.187 warga. Pengungsi tersebar di Desa Nanggung, Malasari, Cisarua, Bantarkaret, Pangkajaya, dan Curugbitung.

Antam dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) juga telah melakukan penanganan dampak bencana untuk membantu korban.

“Total bantuan yang sudah disalurkan untuk bencana Lebak, Bogor, dan Jakarta mencapai Rp600juta,” ujarnya.

Di Lebak, perusahaan telah menyalurkan bantuan genset untuk listrik, sanitary kit, dan bahan makanan di area Gunung Julang, Kecamatan Cipanas.

Di lokasi tersebut Antam dan MIND ID juga memberikan pelayanan kesehatan, serta assessment wilayah terdampak.

Adapun di Kabupaten Bogor, Antam telah menyelesaikan perbaikan di dua titik jalan yang terletak di Kampung Ciketug, Wates, dan Pangkal Jaya untuk mempermudah akses masyarakat.

Menurutnya, saat ini Antam dan MIND ID fokus kepada penanganan keadaan darurat sebagai strategi jangka pendeknya.

“Selain menyalurkan bantuan logistik dan perbaikan akses jalan, perusahaan juga melakukan pelayanan kesehatan di Desa Malasari,” katanya.

Kunto juga menyebut, ada 1.508 warga kampung Nyuncung yang mengungsi ke kampung Cisangku.

Daerah tersebut merupakan wilayah terdampak dengan jumlah pengungsi terbesar di Kecamatan Nanggung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam

Editor : Lili Sunardi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top