Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi China Stabil, Pintu Pelonggaran Moneter Terbuka

Laju inflasi China stabil pada bulan Desember 2019, sementara indeks harga produsen menurun, sehingga membuka untuk pelonggaran moneter demi memperkuat stabilisasi pertumbuhan ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  13:30 WIB
Pelabuhan Qingdao di Shandong, China. - Reuters
Pelabuhan Qingdao di Shandong, China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Laju inflasi China stabil pada bulan Desember 2019, sementara indeks harga produsen menurun, sehingga membuka untuk pelonggaran moneter demi memperkuat stabilisasi pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China, indeks harga konsumen (IHK) naik 4,5 persen pada Desember dibandingkan dari tahun sebelumnya, menyamai tingkat November dan menghentikan akselerasi yang didorong oleh lonjakan harga daging babi.

Sementara itu, indeks harga produsen turun 0,5 persen dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan bulan November yang mencatat penurunan 1,4 persen.

Sementara harga daging babi, yang menjadi faktor kunci dalam laju IHK China, naik 97 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun sebenarnya lebih lambat dari kenaikan pada Oktober dan November. Dibandingkan bulan November, harga daging babi turun 5,6 persen pada Desember.

Meningkatnya permintaan pangan selama liburan Tahun Baru Imlek diperkirakan memicu kenaikan harga pada bulan Januari, tetapi di luar itu tekanan harga mungkin masih moderat. Hal tersebut memberi ruang bagi bank sentral untuk menggelontorkan stimulus tambahan jika diperlukan setelah memulai tahun ini dengan memangkas persyaratan cadangan modal perbankan.

"PBOC kemungkinan akan terus menggunakan suku bunga dan alat likuiditas untuk melonggarkan kondisi moneter pada tahun 2020, meskipun pelonggaran mungkin sedikit kurang agresif dibandingkan tahun lalu," David Qu, ekonom China di Bloomberg Economics Kong.

"Kami berharap PBOC untuk tetap pada sikap pelonggaran yang terukur untuk melawan perlambatan ekonomi," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sepanjang tahun 2019, IHK tercatat berada di 2,9 persen, sejalan dengan target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3 persen, sementara indeks harga produsen turun 0,3 persen.

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, stabil di level 1,4 persen pada bulan Desember.

Ekonomi China telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan global stabil dan ketegangan perdagangan mereda. Ketika harga komoditas naik dan pabrik-pabrik mulai melakikan merestorasi, deflasi IHP diperkirakan akan terus moderat dan beberapa pihak memperkirakan akan berbalik positif segera setelah Januari.

Tetapi mengukur momentum ekonomi akan sangat sulit dalam beberapa bulan mendatang. Ekonom di China International Capital Corp mengatakan akan terjadi distorsi terhadap indikator ekonomi bulanan karena liburan tahun baru selama sepekan dimulai lebih awal dari biasanya pada 24 Januari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi ekonomi china
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top