Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AP II Ingin Genjot Pendapatan 2020 Tumbuh 33,6 Persen

PT Angkasa Pura II (Persero) optimistis pendapatan pada 2020 bisa melonjak hingga 33,6% kendati pada tahun ini hanya diprediksi naik 1%.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 Desember 2019  |  12:45 WIB
AP II Ingin Genjot Pendapatan 2020 Tumbuh 33,6 Persen
Calon penumpang antre masuk ke dalam terminal untuk chek in di Termial 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura II (Persero) optimistis pendapatan pada 2020 bisa melonjak hingga 33,6% kendati pada tahun ini hanya diprediksi naik 1%.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan sepanjang tahun ini diperkirakan pendapatan hanya Rp9,5 triliun. Adapun, pendapatan pada 2018 sebesar Rp9,4 triliun.

"Tahun depan mudah-mudahan tembus Rp12,7 triliun. Bandara kami bertambah, bisnis inorganik juga berjalan, dan memperluas adjacent business," kata Awaluddin, Rabu (25/12/2019).

Dia menambahkan prediksi kenaikan pendapatan pada tahun ini bisa dicapai di tengah penurunan jumlah penumpang.

Berdasarkan data perseroan, prognosa jumlah penumpang sepanjang 2019 mencapai 90,46 juta orang, sedangkan realisasi pada 2018 mampu menembus 112,6 juta orang. Selisih penurunan keduanya mencapai 18,85%.

Pihaknya dapat menjaga pendapatan tetap tumbuh melalui sejumlah strategi antara lain memperluas portofolio bisnis, melakukan efisiensi, serta meningkatkan pergerakan penumpang di rute internasional.

Melalui strategi itu, perseroan tidak lagi bergantung dari passenger service charge (PSC), sehingga pendapatan tetap dapat tumbuh.

PSC adalah bisnis aeronautika yang berasal dari kontribusi penumpang pesawat atas jasa dan fasilitas yang ada di bandara.

Strategi memperluas portofolio bisnis yang dijalankan pada 2019, lanjutnya, memperbesar kepemilikan saham di PT Gapura Angkasa menjadi 46,62% sehingga menjadi pemegang saham pengendali.

Adapun, Gapura merupakan perusahaan jasa penunjang kebandarudaraan (ground handling).

Selain itu, kata Awaluddin, Bisnis Digital yang dijalankan sejak 2018 telah tumbuh signifikan pada tahun ini.

Bisnis Digital perseroan terbagi dalam tiga bagian yakni Airport E-Commerce, Airport E-Payment, dan Airport E-Advertising. 

AP II juga menggenjot kinerja anak usaha yakni PT Angkasa Pura Propertindo (APP), PT Angkasa Pura Solusi (APS), dan PT Angkasa Pura Kargo (APK).

"Strategi bisnis tersebut akan dilanjutkan pada 2020. Bisnis inorganik akan menjadi andalan perseroan," ujarnya.

Pada 2019, pendapatan nonaeronautika AP II mencapai Rp3,86 triliun atau berhasil tumbuh 10% secara year-on-year (y-o-y) dari Rp3,47 triliun.

Awaluddin juga mengembangkan transformasi digital dalam melakukan pengembangan bandara dan peningkatan pelayanan melalui inovasi teknologi seperti artificial intelligence, internet of things, big data analytics, roboting, automation, virtual reality hingga augmented reality.

“Kami tidak lagi berkutat di hal-hal konvensional dalam pengelolaan bandara. Kami ingin mewujudkan era baru berbasis infrastruktur digital di pelayanan kebandarudaraan,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan angkasa pura ii
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top