Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mau Lewat Tol Layang Jakarta-Cikampek? Ini 8 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan, Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno menuturkan kehati-hatian pengguna tol sangat diperlukan saat melalui jalur tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  17:05 WIB
Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). - ANTARA/Risky Andrianto
Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA – Selama Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, jalur tol layang Jakarta-Cikampek bakal dibuka. Anda yang hendak melewati jalur tol layang terpanjang di Indonesia ini ada baiknya memperhatikan saran dari Masyarakat Transportasi Indonesia berikut ini.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan, Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno menuturkan kehati-hatian pengguna tol sangat diperlukan saat melalui jalur tersebut.

"Setidaknya ada delapan hal yang harus diperhatikan ketika melewati Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek," ujarnya, Kamis (12/12/2019).

Pertama, tol ini untuk perjalanan jarak jauh ke arah Cikampek, Karawang Timur, dan Bandung dan ke arah Jakarta via JORR, Pondok Gede, dan Cawang. Kedua, akses masuk dan keluar jalan tol hanya di Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat.

Ketiga, hanya dibolehkan kendaraan kecil golongan 1, yaitu nonbus, nontruk dengan tinggi maksimal 2,1 meter. Keempat, batas kecepatan kendaraan antara 60 kilometer per jam - 80 kilometer per jam.

Kelima, tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area terdekat adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah di Km 50 dan Km 57 untuk arah Cikampek dan di Km 06 untuk arah Cawang.

Keenam, untuk mengatisipai kondisi darurat disediakan delapan lokasi emergency U Turn atau putar balik berlawanan arah. Ketujuh, pastikan saldo e-Toll dan bahan bakar minyak BBM cukup untuk melakukan perjalanan ini. Kedelapan, memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima.

"Jalan tol layang ini menjadi ajang pembelajaran bagi semua, terutama bagi regulator dan operator dalam hal untuk memberikan rasa selamat, aman dan nyaman bagi penggunanya. Persiapan waktu untuk dioperasikan secara komersial harus benar-benar dimatangkan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top