Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyediaan Air Bersih IKN : Lelang Bendungan Batu Lepek Diprioritaskan

Pemerintah memprioritaskan lelang pembangunan bendungan Batu Lepek di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun depan. Bendungan ini akan menjadi pemasok air baku utama bagi lokasi Ibu Kota Negara.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  19:35 WIB
Lahan milik negara dengan status HGU (hak guna usaha) PT ITCI Hutama Manunggal di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang rencananya menjadi lahan Ibu Kota negara. - Antara
Lahan milik negara dengan status HGU (hak guna usaha) PT ITCI Hutama Manunggal di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang rencananya menjadi lahan Ibu Kota negara. - Antara

Bisnis.com, SEPAKU - Pemerintah memprioritaskan lelang pembangunan bendungan Batu Lepek di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun depan. Bendungan ini akan menjadi pemasok air baku utama bagi lokasi Ibu Kota Negara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kapasitas bendungan Batu Lepek merupakan yang paling besar. Dengan daya tampung 230 juta meter kubik dan kapasitas 14.300 liter per detik bendungan ini disiapkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih di calon IKN.

“Saat ini bendungan tersebut dalam tahap desain untuk bisa mulai lelang pada tahun depan. Pelelangannya konsepnya desain and build. Jadi berbarengan dalam desain dan pembangunan supaya tak memakan waktu,” kata Basoeki, saat meninjau Sepaku, Jumat (6/12/2019).

Direncanakan terdapat dua bendungan kecil di kawasan sekitar IKN, Bendungan Beruas direncanakan memiliki daya tampung 55 juta meter kubik dan kapasitas 725 liter per detik serta bendungan Safiak dengan daya tampung 22,65 juta meter kubik  dan kapasitas 1.100 liter per detik.

Nantinya kedua bendungan tersebut akan digunakan sebagai pendukung pasokan untuk perkembangan wisata , taman hiburan atau rekreasi.

Selain ketiga bendungan tersebut, rencana pembangunan bendungan di lokasi IKN, yakni Sepaku—Semoi juga terus dilanjutkan.

Bendungan tersebut semula untuk menyuplai kota Balikpapan sebesar 2.000 liter per detik dan Sepaku 500 liter per detik. Dengan adanya rencana pembangunan IKN, bendungan tersebut akan lebih banyak dialirkan ke Sepaku. Untuk memasok air bersih ke kota Balikpapan akan dicarikan sumber alternatif lain.

Pembangunan bendungan Sepaku - Semoi juga akan mulai dilelang pada awal Januari. Nilai investasinya diperkirakan hingga Rp700 miliar. Daya tampung bendungan ini cukup besar, hingga 11 juta meter kubik. Luas pembebasan lahan mencapai 300 ha yang sebagian diantaranya milik warga. Kementerian ATR/BPN tengah menyesuaikan besaran ganti ruginya.

Basuki menegaskan ketersediaan air baku baik di Samarinda maupun Balikpapan ini sama saja dengan Kaltara. Tanjung Selor dan sekitarnya pasti kekurangan air baku sangat besar.

Basuki menjelaskan, untuk kota Samarinda dan Balikpapan potensi untuk Bendungan memang kecil. Terakhir Bendungan Teritip baru selesai dibangun, kemudian Bendungan Manggar, dan Bendungan Samboja.

"Untuk IKN kami sudah melakukan desainnya, sebelum di-lauching ibu kota baru, kami sudah melakukan survei air bersih. Kalau air kemungkinan ada dua, pertama Bedungan Teritip dan Sungai Mahakam, sekitar 60 Kilometer dari IKN atau melihat tiga potensi bendungan yang berada di kawasan IKN," jelasnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Anang Muchlis mengatakan, di Provinsi Kaltim sudah terdapat enam infrastruktur yang selama ini menjadi sumber pengambilan air baku.

Keenam sumber air baku tersebut yakni Bendungan Manggar di Balikpapan (kapasitas tampung 14,2 juta m3), Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta m3), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta m3), Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta m3), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta m3), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta m3). 

"Untuk dukungan kebutuhan air baku untuk pengembangan IKN, kami telah merencanakan pembangunan 8 infrastruktur yang menjadi sumber pengambilan air baku," kata Anang. 

Kedelapan infrastruktur sumber air baku yang masuk dalam rencana tersebut yakni Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Pasar Utara dengan volume 10,6 juta m3, Bendungan Samboja II (5,09 juta m3), Intake Loa Kulu Sungai Mahakam, Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser (633,89 juta m3), Bendungan Beruas Kabupaten Kutai Kartanegara (55,4 juta m3), Bendungan Safiak Kabupaten Kutai Kartanegara (22,65 juta m3), Bendungan Batu Lepek Kabupaten Kutai Kartanegara (108,13 juta m3), dan Bendungan ITCHI Kabupaten Penajem Paser Utara (657 juta m3). 

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dalam kunjungan kerja di Balikpapan menyebutkan, bahwa penyediaan sumber daya air bersih harus segera dipikirkan.

"Karena nanti jika IKN terbentuk seperti hukum alam, di mana ada gula semut akan datang. Gulanya ibu kota negara baru tentunya semua orang akan datang, baik investasi. Perlu pelayanan kita, visi pelayanan air bersih. Saya rasa SDA jauh-jauh hari harus menyiapkan ini semua, terutama untuk air baku, apakah air baku yang ada sekarang sudah mencukupi atau belum," kata Lasarus.

Menurutnya, hal seperti ini perlu dipikirkan lebih matang. Lantaran untuk di Samarinda sendiri lebih mudah untuk keperluan air bakunya.

"Sementara untuk Balikpapan sendiri tambahan dari Penajam Paser Utara dan Ibu Kota Baru potensi besar perlu dipikirkan," kata Lasarus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top