Pelaku Usaha Keluhkan Praktik Pemalsuan Produk Manufaktur

Tommy Halim, Direktur PT Usaha Jaya Primatek, mengatakan pemalsuan tak hanya dialami oleh produk konsumer, melainkan juga untuk produk-produk pabrikan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  08:16 WIB
Pelaku Usaha Keluhkan Praktik Pemalsuan Produk Manufaktur
ilustrasi - Oaksncorcks.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemalsuan produk manufaktur dinilai masih menjadi tantangan bagi kemajuan industri nasional.

Tommy Halim, Direktur PT Usaha Jaya Primatek, mengatakan pemalsuan tak hanya dialami oleh produk konsumer, melainkan juga untuk produk-produk pabrikan. PT Usaha Jaya Primatek (UJP), perusahaan trading dan distributor alat-alat manufaktur, konstruksi dan pertambangan dari sejumlah negara pun mengalami hal itu.

Dia menjelaskan salah satu produk yang dijual oleh UJP, yakni Gasket yang diproduksi pabrikan Austria Klinger juga telah dipalsukan. Gasket Klinger adalah produk pelapis sambungan antara dua pipa yang berfungsi mencegah kebocoran. Produk ini biasa digunakan oleh pabrikan, industri pertambangan, dan juga kendaraan bermotor. 

“Perusahaan kami memiliki komitmen dalam menghadirkan produk-produk berkualitas untuk mendukung industri di tanah air. Namun, praktik pemalsuan telah merugikan," ujarnya dalam keterangan resmi dari gelaran The 30th International Manufacturing, Machinery, Equipment, Materials and Services Exhibition di JIExpo, Kemayoran, Rabu (4/12/2019).

Tommy menjelaskan praktik tersebut tidak hanya merugikan produsen. Pemalsuan lebih jauh merugikan sebagai pengguna akhir sebab tidak mendapatkan haknya atas keamanan dan kualitas produk yang seharusnya.

Dia mencontohkan produk Gasket palsu akan membuat konsumen merugi.

“Kebocoran, rembesan cairan pada pipa dapat merusak mesin, dan pada penggunaan pipa beraliran kimia/tekanan tinggi dapat menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itu kualitas produk pelapis sangat penting fungsinya untuk mencegah kerugian dan bahaya kerja.” ujarnya.

Tommy menjelaskan bahwa seringkali produk palsu sekilas mirip dengan barang yang asli. Namun, kualitas, komponen, dan kinerja internal gagal memenuhi standar.

Dengan begitu, jelasnya, produk mudah rusak dan sering berakibat kerugian gagal produksi bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. 

Bukannya tanpa upaya, Tommy menjelaskan pihaknya sebenarnya telah berusaha mencegah pemalsuan Gasket Klinger dengan hologram pada produknya dan juga sertifikat dari principal. Namun, dia mengakui perkembangan teknologi juga telah memungkinkan dilakukan praktik pemalsuan.

Oleh karena itu, ujarnya, UJP selalu berusaha mengingatkan dan memberikan edukasi kepada para konsumen untuk memastikan ke aslian produk yang dibeli dengan melakukan pengecekan kepada distributor langsung atau diler resmi.

“Pemalsuan produk merupakan masalah bagi banyak industri. Sebagai bagian dari industri di Indonesia kami merasa perlu untuk menyuarakan hal ini agar menjadi perhatian pihak-pihak terkait," ujarnya.

Tommya mengatakan pihaknya berharap praktik ini bisa mendapatkan perhatian berbagai pemangku kepentingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top