KSP: Infrastruktur Gas Bumi Dorong Pertumbuhan Industri

Rencana Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan sepanjang 2.219 km yang membentang dari Bontang – Banjarmasin – Palangkaraya – hingga Pontianak mendapat dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  13:10 WIB

Bisnis.com, BANJARMASIN -- Rencana Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan sepanjang 2.219 km yang membentang dari Bontang – Banjarmasin – Palangkaraya – hingga Pontianak mendapat dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dukungan tersebut disampaikan Moeldoko saat menjadi keynote spkeaker Focus Grup Discussion (FGD) “Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan” Selasa (03/12/19) di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI (Purn) Dr. Moeldoko di lokasi acara menyampaikan upaya pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan ini sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan lima aspek khususnya pembangunan infrastruktur demi terciptanya Indonesia Maju yang salah satu indikatornya adalah Indonesia yang demokratis yang hasil pembangunanannya dapat dinikmati oleh seluruh rakyat.

Kelima aspek tersebut meliputi infrastruktur, investasi, kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan APBN yang tepat sasaran.

“Pembangunan Infrastruktur adalah Pembangunan Peradaban Manusia” jelas Moeldoko.

Menurutnya Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan ini adalah proyek strategis yang mempunyai value yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan ini akan meningkatkan pertumbuhan industri, menyerap tenaga kerja, dan menggerakan sektor riil.

“Membangun pipa gas trans kalimantan ini seperti antara telur dan ayam, tapi kita mesti memulai, telurnya kita adakan dulu. Jadi kalau pipa gas dibangun perlahan tapi pasti akan datang industri masuk di wilayah sepanjang pipa trans kalimantan tersebut.” Terang Moeldoko.

Pembangunan jaringan gas ini diharapkan Moeldoko seperti pembangunan jalan tol, dimana dalam 5 tahun terakhir Pemerintahan Presiden Jokowi mampu membangun jalan tol sepanjang 1.350 Km yang sebelumnya dianggap mustahil.

Moeldoko mengatakan sesuai Arahan Presiden Jokowi untuk kedaulatan energi, Pemerintah berkomitmen dalam merancang strategi pemanfaatan sumber energi gas bumi untuk industri, ketenagalistrikan, rumah tangga dan transportasi, diutamakan untuk pemanfaatan yang memiliki nilai tambah paling tinggi.

“Memang ini sudah masuk di dalam blueprint-nya dari Kementerian ESDM ya. Setelah saya pulang dari sini saya pasti lapor Presiden terkait keinginan masyarakat Kalimantan untuk merealisasikan pembangunan pipa ini, jika belum masuk RPJPMN nanti kita usahakan bagaimana itu bisa diharmonisasikan” jelas Moeldoko

Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fashurullah Asa menyampaikan bahwa Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan ini merupakan tindak lanjut Rencana Induk Gas Bumi Tahun 2012-2025.

“Kementerian ESDM telah merencanakan pembangunan jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan yang membentang dari Bontang – Banjarmasin – Palangkaraya – hingga Pontianak sepanjang 2.219 Km, yang akan mengangkut Gas Bumi dari Bontang Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan energi gas alam bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan.” Jelas Ifan, sapaannya.

BPH Migas terus mendorong terwujudnya pembangunan pipa Trans Kalimantan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan.

"Hal ini sekaligus ikut membantu mengurangi defisit perdagangan melalui peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai substitusi bahan bakar minyak terutama pada sektor kelistrikan dan pertambangan dan juga untuk mendukung kesepakatan Paris Agreement tahun 2015 serta untuk mendukung pengembangan kawasan industri dengan berbasis clean energy" ucap Ifan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bph migas

Editor : Media Digital
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top