Kota-Kota di Asia Dominasi Destinasi Populer 2019

Kerusuhan politik selama berbulan-bulan yang menyebabkan penurunan tajam dalam jumlah wisatawan nampaknya belum menyurutkan minat perjalanan ke kota tersebut.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  11:36 WIB
Kota-Kota di Asia Dominasi Destinasi Populer 2019
Desaru Coast merupakan destinasi wisata seluas 1.578 hektare yang berlokasi di tepi Pantai Desaru, Negara Bagian Johor, Malaysia. - Bisnis/Yustinus Andri

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong kemungkinan akan mempertahankan statusnya sebagai kota paling populer di dunia di antara wisatawan internasional pada 2019.

Kerusuhan politik selama berbulan-bulan yang menyebabkan penurunan tajam dalam jumlah wisatawan nampaknya belum menyurutkan minat perjalanan ke kota tersebut.

Sementara itu kota New York keluar dari peringkat 10 besar, dan Delhi bergabung dalam barisan depan untuk pertama kalinya.

Laporan 100 Destinasi Kota Teratas dari perusahaan riset pasar global Euromonitor International menunjukkan destinasi Asia mendominasi dengan lebih dari 40 entri.

Bangkok diperkirakan akan menempati posisi kedua, diikuti oleh Macau dan Singapura.

London diperkirakan akan menempati posisi lima besar, meskipun turun dua posisi di tengah masa depan yang tidak pasti karena Brexit berpotensi mengarah pada pembatasan visa yang lebih ketat untuk warga negara Uni Eropa.

Secara global, kedatangan masuk (inbound arrivals) diperkirakan meningkat 4,2% pada 2019, menjadi 1,5 miliar perjalanan.

New York City, tujuan Amerika paling populer di antara pelancong internasional, diperkirakan akan turun dari posisi kedelapan ke nomor 11, sementara Miami (29), Los Angeles (33) dan Las Vegas (38) adalah kota AS tertinggi berikutnya dalam daftar ini.

Persaingan dari Asia dan Eropa telah membuat peringkat sebagian besar kota-kota Amerika tergelincir dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pertumbuhan kedatangan cukup positif.

"Meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China adalah salah satu kekhawatiran utama bagi industri perjalanan," menurut penulis laporan tersebut, Rabia Yasmeen, dikutip melalui Bloomberg, Rabu (4/12/2019).

Dia menambahkan bahwa banyak kota di AS secara aktif berupaya memanfaatkan pasar wisata China yang menguntungkan.

Lingkup riset Euromonitor mencakup pengunjung luar negeri, atau laporan kedatangan, yang tinggal lebih lama dari 24 jam dan kurang dari satu tahun di lebih dari 400 kota di seluruh dunia.

Kedatangan termasuk orang yang bepergian untuk bisnis, liburan dan mengunjungi keluarga atau teman, tetapi tidak termasuk mereka yang bekerja atau mengenyam pendidikan di luar negeri serta personel militer, awak transportasi, penumpang kapal pesiar dan orang-orang yang terlantar akibat perang atau bencana alam.

Daftar peringkat 2019 dihitung menggunakan perkiraan berdasarkan data kedatangan paruh tahun, artinya posisi Hong Kong sebagai ibukota wisatawan global masih bisa berubah.

Industri pariwisata di kota ini terus tertekan oleh aksi protes yang berkecamuk hampir setiap pekan sejak Juni.

Namun, analis senior Euromonitor Simon Haven mengatakan angka kedatangan yang kuat pada semester pertama tahun ini akan mengurangi dampak protes terhadap total jumlah pengunjung tahunan.

Selama periode Januari hingga Juni 2019, kedatangan masuk tumbuh sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada bulan Juli, kedatangan mulai turun, dengan penurunan yang paling menonjol pada Agustus, ketika kota itu mengalami penurunan sebesar 40% dibandingkan Agustus 2018.

"Berdasarkan data terbaru yang tersedia dari Badan Pariwisata Hong Kong, serta perkiraan Euromonitor, total kedatangan masuk ke Hong Kong diperkirakan akan turun 5% hingga 10% pada tahun 2019,” tulis Haven.

BOOMING WISATA ASIA

Euromonitor mengungkapkan bahwa pariwisata di Asia sedang mengalami lonjakan yang luar biasa.

Kawasan ini menyumbang lebih banyak destinasi secara signifikan daripada yang lainnya, dan jumlahnya telah meningkat secara stabil sejak laporan edisi pertama diterbitkan pada tahun 2013.

Wisatawan di Asia punya andil atas sebagian besar pertumbuhan wisata, ketika tingkat pendapatan meningkat dan jumlah wisatawan China dan pelancong milenial dari seluruh wilayah meningkat.

Lompatan terbesar dala peringkat 2019 diperkirakan berasal dari Hurghada di Mesir, yang diproyeksikan akan menempati posisi ke-63 dari posisi ke-82 tahun lalu.

Peningkatan ini sebagian berkat program reformasi pariwisata dan peningkatan keamanan, Mesir tetap menjadi tujuan utama Afrika Utara, sementara Kairo juga menikmati pertumbuhan yang kuat.

Destinasi terkenal Asia lainnya di antara 100 besar termasuk kota-kota India seperti Agra dan Bangalore, dan Cebu di Filipina.

Di Eropa, hotspot perjalanan yang lebih tradisional seperti Barcelona, Milan dan Wina telah turun peringkat, sementara kota-kota di tujuan terpencil seperti Kroasia, Slovenia dan Swedia menjadi semakin populer.

Namun untuk sebagian besar, destinasi tersebut belum mencapai peringkat 100 besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
destinasi wisata

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top