7 Perusahaan Sawit Siap Berinvestasi pada Kilang Hijau

Sebanyak tujuh perusahaan sawit tertarik untuk berinvestasi pada kilang hijau atau green refinery di Indonesia. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  19:08 WIB
7 Perusahaan Sawit Siap Berinvestasi pada Kilang Hijau
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak tujuh perusahaan sawit tertarik untuk berinvestasi pada kilang hijau atau green refinery di Indonesia. 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi F.X. Sutijastoto mengatakan pemerintah mendorong investasi green refinery dari swasta untuk mencapai target pemanfaatan pada 2022 sebanyak 3,6 juta kiloliter (KL) green diesel. Saat ini, baru PT Pertamina (Persero) yang telah memastikan akan mengembangkan green refinery untuk memproduksi green diesel

Adapun 3,6 juta KL green diesel pada 2022 dapat dibagi dua porsinya, yakni 1,8 juta KL oleh kilang milik Pertamina dan sisanya milik swasta. 

Sutijastoto mengatakan tujuh perusahaan sawit yang berencana membangun green refinery akan membentuk konsorsium. Saat ini, mereka masih melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) terkait proyek tersebut. 

"Jadi, karena Pertamina agak lambat saya dorong perusahaan swasta bangun itu. Mereka mau dan sekarang sedang FS," katanya, Selasa (3/12/2019).

Sutijastoto belum mau menyebutkan ketujuh perusahaan yang tertarik melakukan investasi tersebut. Yang jelas, dapat dipastikan perusahaan tersebut merupakan pemain besar di industri sawit. 

"Saya tidak tahu [perusahaan nasional atau tidak], contohnya Wilmar itu multinasional atau nasional? Ya terka-terka sendiri yang besar-besar," katanya. 

Soal harga juga masih menjadi bahasan. Pasalnya, dalam menentukan harga green diesel di masyarakat, pemerintah perlu melihat hasil FS untuk memerinci pengeluaran teknologi dan desain pabrik lainnya.

Berdasarkan peta jalan pengembangan biofuel berbasis crude palm oil (CPO), pemerintah tidak hanya akan mengandalkan kebutuhan unsur nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) dengan mandatori 30% saja, tetapi juga green diesel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sawit, energi terbarukan, Biodiesel

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top