Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jonan dan Susi Dirumorkan Jadi Petinggi BUMN, Ini Tanggapan Kementerian BUMN

Tiga mantan menteri kabinet Jokowi-Jusuf Kalla (Rudiantara, Ignasius Jonan, Susi Pudjiastuti)  santer dikabarkan akan direkrut untuk mengisi sejumlah kursi petinggi BUMN. Ini Tanggapan Kementerian BUMN
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 November 2019  |  15:28 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara bersama media di Kementerian BUMN, Rabu (13/11 - 2019).
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara bersama media di Kementerian BUMN, Rabu (13/11 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga mantan menteri kabinet Jokowi-Jusuf Kalla (Rudiantara, Ignasius Jonan, Susi Pudjiastuti)  santer dikabarkan akan direkrut untuk mengisi sejumlah kursi petinggi BUMN.

Sebelumnya, santer beredar kabar bahwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara akan ditunjuk sebagai direktur utama PLN. 

Kemudian beredar pula kabar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan menjadi komisaris Garuda Indonesia. Sedangkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikabarkan akan menjadi komisaris Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga tidak secara tegas membantah atau membenarkan ketika ditanya mengenai kabar masuknya Jonan dan Susi dalam bursa calon petinggi BUMN.

"Isunya dari mana? Nanti kita lihat," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (26/11/2019).

Arya mengatakan bahwa setelah merombak lima besar BUMN, seperti Pertamina, PLN, Bank Mandiri, Inalum, dan BTN, Kementerian BUMN juga akan mengevaluasi BUMN lainnya.

"Kami masih evaluasi BUMN lain, setelah 5 yang besar dievaluasi semua, jadi mau Garuda kek, mau apa, semuanya itu pasti jadi evaluasi kami," katanya.

Terkait kabar Rudiantara menjadi dirut PLN, Arya menuturkan kepastian tersebut masih menunggu kepulangan Menteri BUMN Erick Tohir dari luar negeri.

"Suratnya belum kami lihat, karena kan kalau surat sampainya ke Pak Erick Tohir, beliau masih di luar negeri. Jadi kami nunggu Pak Erick turun dari Korea sampai Jakarta baru kami lihat, karena strategis pasti langsung ke Pak Menteri," ujar Arya.

Dia berujar Kementerian BUMN telah mengajukan beberapa nama kepada Presiden Joko Widodo.

"Pasti kalau sesuai aturan yang biasa dilakukan di BUMN, kalau direksi pasti ada proses. Termasuk beberapa nama yang kami usulkan ke Presiden. Kita lihat saja nanti. Kalau beliau jadi pasti nama beliau ada di situ," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top