Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perdagangan RI-Korsel Berpotensi Meningkat

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Busan, Korea Selatan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asean-ROK (Republic of Korea) memunculkan peluang untuk memacu potensi perdagangan kedua negara.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 November 2019  |  12:25 WIB
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Menlu, dan Dubes RI di Seoul, menikmati kopi di salah satu kafe saat mengunjungi Gamcheon Culture Village, di Busan, Minggu (24/11) sore - setkab.go.id
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Menlu, dan Dubes RI di Seoul, menikmati kopi di salah satu kafe saat mengunjungi Gamcheon Culture Village, di Busan, Minggu (24/11) sore - setkab.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Busan, Korea Selatan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asean-ROK (Republic of Korea) memunculkan peluang untuk memacu potensi perdagangan kedua negara.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Korea Selatan (Korsel) Umar Hadi mengemukakan kinerja perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dalam lima tahun terakhir terus meningkat.

“Angka terakhir tahun 2018 adalah sudah mencapai totalnya 20 miliar dollar AS, ekspor kita sekitar 11 miliar dollar AS, impor kita sekitar 9 miliar dollar AS,” kata Umar, dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (25/11/2019).

Kinerja perdagangan RI-Korsel, lanjutnya, bersifat produktif karena jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan juga saling melengkapi. Namun, Umar menyebutkan tantangannya adalah bagaimana terus meningkatkan ekspor produk-produk manufaktur dari Indonesia dan Korea Selatan.

“Ini kelihatan potensi yang besar-besar itu, seperti produk-produk kayu lalu produk makanan, minuman olahan, terus produk-produk olahan dari seafood termasuk itu, juga tentunya komponen otomotif juga saya lihat cukup besar dan seterusnya, serta alat-alat electrical, seperti itu. Jadi, kelihatan sekali banyak peluang yang bisa kita kerjakan,” terangnya.

Korea Selatan sendiri merupakan investor terbesar keenam dengan nilai investasi mencapai US$1,6 miliar pada tahun lalu. Mayoritas investasi Korea Selatan di Indonesia adalah tekstil, garmen, dan sepatu.

“Kalau kita perhatikan di Karawang, Purwakarta, Kabupaten Bandung. Itu garmennya Korea. Itu ekspor. Itu sekarang mulai beralih ke daerah Jawa Tengah sudah masuk Tegal, Kendal, Semarang,” tambah Umar.

Namun, investasi Korea Selatan di Indonesia saat ini mulai mengarah pada industri petrokimia dan hiburan misalnya Lotte Chemical di Cilegon. Lotte Chemical tercatat sudah melakukan groundbreaking pada Desember tahun lalu dengan nilai investasi US$4,3 miliar.

Dari sisi jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan, ia mengungkapkan bahwa jumlahnya sekitar 28.248 pekerja. Sebagian besar bekerja di bidang manufaktur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi korea selatan
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top