Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pajak Digitalisasi Jadi Perhatian Negara-negara di Asia Pafisik

Masa depan pemajakan digital menjadi konsentrasi sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 November 2019  |  10:09 WIB
Ilustrasi pajak - Istimewa
Ilustrasi pajak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Masa depan pemajakan digital menjadi konsentrasi sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

Dalam pertemuan regional tentang pajak dan digitalisasi di Asia Pasifik, yang diselenggarakan Asian Development Bank (ADB) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Filipina, pejabat pajak dan pemangku kepentingan dari Asia-Pasifik membahas proposal untuk mengatasi tantangan pajak digitalisasi ekonomi.

Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut di antaranya soal proposal "Pilar Satu" yang menawarkan pendekatan terpadu untuk menyeimbangkan alokasi hak pemajakan dan kepastian yang lebih besar ke dalam sistem perpajakan internasional.

Selain itu, pembahasan juga menyangkut "Pilar Dua" atau proposal Global Anti-Base Erosion untuk memastikan keuntungan perusahaan multinasional dikenakan tingkat pajak yang proporsional.

"Lebih dari 100 delegasi dari 33 negara, organisasi internasional dan regional, bisnis dan masyarakat sipil, berpartisipasi dalam acara tersebut," tulis keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Sabtu (23/11/2019).

Pertemuan tersebut menawarkan kesempatan bagi para peserta, baik anggota OECD dan  G20 tentang BEPS dan non-anggota, serta masyarakat sipil dan komunitas bisnis, untuk secara aktif menyumbangkan pandangan mereka  tentang proposal yang saat ini sedang dibahas.

Adapun pertemuan tersebut berlangsung segera sebelum pertemuan Task Force on Digital Economy (TFDE) dan pertemuan konsultasi publik mengenai Proposal Sekretariat untuk "Pendekatan Terpadu di bawah Pilar Satu" di Paris.

Pertemuan dibuka oleh John Versantvoort, Kepala Kantor Anti Korupsi dan Integritas ADB bersama Antonette Tionko, Wakil Menteri Keuangan untuk Filipina dan Koni Ravono, Kepala Sekretariat Asosiasi Kantor Pajak Kepulauan Pasifik.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak ekonomi digital
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top