Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fed Minutes: Bank Sentral Tekankan Risiko Ekonomi AS Masih Tinggi

Pejabat Federal Reserve menekankan bahwa risiko terhadap ekonomi AS tetap tinggi saat mereka sepakat untuk menahan suku bunga menyusul pemangkasan ketiga tahun ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 November 2019  |  06:07 WIB
The Federeal Reserve - telegraph.co.uk
The Federeal Reserve - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Federal Reserve menekankan bahwa risiko terhadap ekonomi AS tetap tinggi saat mereka sepakat untuk menahan suku bunga menyusul pemangkasan ketiga tahun ini.

Banyak peserta melihat risiko penurunan pada prospek ekonomi meningkat, yang lebih jauh menggarisbawahi kasus penurunan suku bunga pada pertemuan ini, menurut risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 29-30 Oktober yang dirilis hari Rabu (20/11/2019).

"Secara khusus, risiko terhadap prospek yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan internasional masih dianggap signifikan. Risiko bahwa perlambatan pertumbuhan global semakin membebani ekonomi domestik tetap menonjol,” tulis risalah tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

FOMC menurunkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Oktober, langkah ketiga dalam tiga bulan terakhir. Pada konferensi pers setelah pengumuman itu, Gubernur the Fed Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter "di tempat yang baik," tingkat sinyal suku bunga akan tetap ditahan sampai pejabat melihat perubahan "material" dalam prospek ekonomi AS.

"Tidak ada anggota komite yang secara kritis bersedia menurunkan suku bunga, setidaknya pada titik ini," kata ekonom Wells Fargo & Co., Jay Bryson.

“Mereka masih memiliki bias untuk melakukan pelonggaran, tetapi tidak dalam waktu dekat. Mereka terus berbicara tentang risiko penurunan dan inflasi yang di bawah target 2 persen dan ekspektasi inflasi yang rendah,” lanjutnya.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun melemah tipis menjadi 1,73 persen pada perdagangan sore New York setelah rilis risalah tersebut, sementara dolar AS bergerak tipis.

Risalah menunjukkan "sebagian besar peserta" menilai kebijakan akan dikalibrasi dengan baik setelah pemangkasan suku bunga 30 Oktober dan kemungkinan akan tetap seperti itu selama informasi yang masuk mengenai ekonomi tidak menghasilkan penilaian prospek ekonomi ulang.

Namun, sejumlah pejabat lebih suka membiarkan suku bunga stabil pada pertemuan tersebut karena perkiraan mereka untuk ekonomi tetap menguntungkan. "Beberapa" juga mengatakan pemotongan suku bunga akan meningkatkan risiko stabilitas keuangan.

Pada pertemuan itu, sejumlah peserta mengatakan The Fed harus memperkuat pernyataannya dengan komunikasi tambahan yang menunjukkan bahwa penurunan suku bunga lain tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat kecuali ada perlambatan laju ekonomi yang signifikan.

Presiden The Fed wilayah Kansas City Esther George dan Eric Rosengren dari Boston memberikan suara menentang penurunan suku bunga, seperti yang terjadi pada bulan Juli dan September. Mereka lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fomc federal reserve
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top