Kuartal III/2019, Laba Bersih Pertamina Meroket

PT Pertamina (Persero) meraup laba bersih tercatat US$753 juta pada kuartal III/2019 atau meningkat 427% dari periode yang sama 2018 senilai US$142 juta. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 08 November 2019  |  09:21 WIB
Kuartal III/2019, Laba Bersih Pertamina Meroket
Ilustrasi Pertamina - Repro

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) meraup laba bersih tercatat US$753 juta pada kuartal III/2019 atau meningkat 427% dari periode yang sama 2018 senilai US$142 juta. 

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Mansury mengatakan kinerja keuangan Pertamina melesat dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, laba perseroan belum ditambah dengan komponen penggantian ataupun kompensasi untuk selisih harga jual BBM sekitar US$1 miliar. 

“Jadi kurang lebih ya [laba] kami sekitar US$753 juta, kalau tidak termasuk potensi pendapatan dari kompensasi,” tuturnya, Kamis (7/11/2019). 

Pahala mengatakan, tambahan pendapatan dari kompensasi dan komponen penggantian tidak dimasukkan dalam laba kinerja karena harus menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan keputusan Menteri Keuangan. 

Saat ini, tambahan pendapatan tersebut belum dibukukan dan belum ada pembayaran dari pemerintah. Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan peningkatan laba bersih dikarenakan turunnya beban pokok penjualan sekitar 5%. 

“Capaian juga didorong oleh penurunan beban produksi dan keberhasilan dalam menurunkan nilai impor crude sekitar 41% dan nilai impor produk BBM [bahan bakar minyak] turun 21%,” tuturnya. 

Selain itu, Fajriah juga mengatakan bahwa laba juga dipengaruhi oleh rata-rata ICP pada Januari - September sebesar US$62,03. Dari segi pendapatan, Fajriyah mengaku ada penurunan tetapi tidak signifikan. 

Terkait pertumbuhan kinerja keuangan, Pahala mengaku capaian Pertamina tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Kami tumbuh jauh sekali dibandingkan dengan tahun lalu, dan kurang fair kalau dibandingkan dengan tahun lalu, karena kan harga minyak dunia lebih tinggi,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top