Buka IIDF 2019, Ini Pesan Suharso Monoarfa soal Rantai Pasok Konstruksi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyatakan IIDF 2019 adalah kerja sama lintas kementerian dalam rangka bertukar informasi dan pengalaman untuk mengidentifikasi kerjasama bisnis. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 06 November 2019  |  14:20 WIB
Buka IIDF 2019, Ini Pesan Suharso Monoarfa soal Rantai Pasok Konstruksi
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan ruas jalan tol Becakayu di Jakarta, Selasa (16/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional membuka Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019 membahas pembiayaan infrastruktur dan konstruksi dan efisiensi rantai pasok konstruksi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyatakan IIDF 2019 adalah kerja sama lintas kementerian dalam rangka bertukar informasi dan pengalaman untuk mengidentifikasi kerjasama bisnis. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Acara IIDF 2019 ini, kata Suharso, mengusung tema soal rantai pasokan konstruksi 4.0 untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

"Jadi seluruh pihak bisa berkolaborasi dan berinovasi dalam pengelolaan mata rantai pasokan," kata Suharso di JIExpo Kemayoran, Rabu (6/11/2019).

Dia menyatakan ada beberapa fokus utama pembangunan infrastruktur adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sumber pembiayaan, sumber material, dan teknologi konstruksi.

Adapun keempat fokus ini menurut Suharso adalah kunci mewujudkan visi Indonesia Maju.

Oleh sebab itu pelaksanaan IIDF 2019 ini dikemas melalui pameran, seminar, workshop antarjajaran pemerintah, para pelaku usaha dalam maupun luar negeri.

Selain itu acara ini juga menggelar kompetisi keterampilan konstruksi dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi dalam meningkatkan sumber daya manusia bidang konstruksi.

Dalam acara ini hadir pula 155 tim sayembara gagasan desain Ibu Kota Negara (IKN). Suharso menyatakan, sayembara desain ini bertujuan untuk menerjemahkan ibu kota sebagai upaya peningkatan peradaban Indonesia. Sebagai representasi bangsa yang unggul, mencerminkan identitas bangsa, lingkungan sosial dan ekonomi berkelanjutan, kota yang cerdas, futuristik, dan berstandar internasional.

Turut hadir dalam acara ini selain pemerintah ada BUMN, BUMD, pelaku usaha nasional dan luar negeri, akademisi, perbankan maupun nonbank.

"Ini adalah pengalaman para praktisi dalam pembiayaan KPBU dan Green Finance dalam menyiapkan proyek infrastruktur yang berkelanjutan untuk siap dibiayai," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top