HIPMI Jaya Nilai Bahlil Cocok Pimpin BKPM

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah melantik para menteri yang akan membantu Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024, salah satunya adalah Bahlil Lahadalia Mantan Ketua Umum BPP HIPMI.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  19:17 WIB
HIPMI Jaya Nilai Bahlil Cocok Pimpin BKPM
Ketua Umum HIPMI Jaya Jaya Afifuddin SuhaelI Kalla dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah melantik para menteri yang akan membantu Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024, salah satunya adalah Bahlil Lahadalia Mantan Ketua Umum BPP HIPMI.

Sebelum menjabat Ketua Umum BPP Hipmi, pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku, pada 7 Agustus 1976 itu merupakan pemilik PT Rifa Capital Holding Company. Perusahaan Bahlil masuk ke berbagai sektor usaha, dari perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi.

Namun, sebelum sukses menjadi pengusaha, perjalanan karier pria lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Mumbai, Jayapura, Papua, itu terbilang sulit. Bahlil pernah menjadi sopir angkot dan penjual koran. Namun, kerja kerasnya mampu membawa dia menjadi pengusaha nasional. Bahlil bukan orang asing bagi Jokowi.

Bahkan, Jokowi kerap memanggil Bahlil dengan sebutan adinda. Setelah resmi jadi Kepala BKPM, tugas berat akan menanti Bahlil. Dia harus mampu menarik investor agar mau menanamkan modalnya di Indonesia. 

Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Afifuddin SuhaelI Kalla yang biasa disapa Afie mengatakan sebagai Ketua Umum HIPMI Jaya dan Kader HIPMI, saya sangat bangga dan turut mendukung atas dilantiknya Abang Bahlil menjadi Kepala BKPM. “Saya yakin dengan pengalaman beliau dalam bidang usaha dan organisasi yang selama ini dijalankan bisa mengemban amanah tersebut dengan baik,” ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Afie menjelaskan bahwa selama ini kita tahu permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha sangat bervariasi namun demikian pada pokoknya dapat dikelompokkan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan  akses pasar;  kelemahan dalam pendanaan dan akses pada sumber pembiayaan; kelemahan dalam organisasi dan manajemen, kelemahan dalam kapasitas dan penguasaan teknologi, serta kelemahan dalam membangun jaringan usaha.

“Dengan terpilihnya abang Bahlil sebagai Kepala BKPM permasalahan tersebut saya yakin bisa segera teratasi, karena pengalaman beliau memimpin HIPMI yang tersebar di 34 Provinsi dan jaringan pengusaha muda yang ada di luar negeri yang selama ini aktif dalam membangun dan mencetak pengusaha muda baru sehingga indeks pengusaha muda di Indonesia yang tadinya hanya 1,67 % menjadi 3%-4% pada 2018 dari total jumlah penduduk Indonesia.”

“Abang Bahlil sebagai perwakilan Menteri Millenials, saya yakin akan mudah mencari Investor dari luar negeri, karena selama ini Bang Bahlil ketika memimpin HIPMI selalu bersinggungan dengan dunia digital, dunia anak muda. Dimana hampir semua usaha sekarang bersinggungan dengan dunia digital, baik itu di dalam maupun luar negeri,” ujar Afie.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, hipmi, bkpm

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top