Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sistem 2-1 Tidak Otomatis Selesaikan Kemacetan Jalur Puncak

Masyarakat kawasan Puncak sering mengeluhkan sistem buka tutup yang selama ini dilakukan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  17:24 WIB
Antrean kendaraan memadati pintu keluar gerbang tol Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Arif Firmansyah
Antrean kendaraan memadati pintu keluar gerbang tol Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Sistem 2-1 yang akan diuji coba pada 27 Oktober 2019 dinilai tidak akan otomatis mengurangi kemacetan di Jalur Puncak.

Sistem ini dikembangkan sebagai alternatif atas rekayasa lalu lintas buka tutup yang sudah bertahun-tahun hingga kini diterapkan di Jalur Puncak setiap akhir pekan atau setiap musim liburan.

"Kebijakan rekayasa lalu lintas sistem 2-1 untuk Jalur Puncak ini dirumuskan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat sekitar Puncak yang kemudian setelah dilakukan kajian dan simulasi pantas untuk diujicobakan," jelas Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Sabtu (12/10/2019).

Untuk diketahui, sistem buka tutup yang selama ini dilakukan dikeluhkan oleh masyarakat karena mengganggu aktivitas warga di sekitar jalur tersebut.

Dia menuturkan bahwa sistem 2-1 merupakan salah satu langkah jangka pendek penataan transportasi di jalur Punccak. Keberhasilan implementasi dari rekayasa lalu lintas ini sangat tergantung pada partisipasi publik dan semua pihak.

"Saat ini, daya dukung jalan di kawasan Puncak telah melampaui kapasitas. Menurut data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, setiap akhir pekan, setidaknya terdapat 19.000 kendaraan berada maupun melintas di Jalur Puncak. Dengan kendaraan sejumlah itu, manajemen rekayasa lalu lintas apapun yang diupayakan tidak akan sepenuhnya menghilangkan kemacetan," jelas Bambang.

Sebagai langkah jangka pendek, BPTJ bersama stakeholder terkait telah meluncurkan layanan wisata dengan menggunakan angkutan umum massal. Masyarakat yang ingin berwisata ke Taman Safari dapat menggunakan layanan bus shuttle yang dioperasikan oleh Big Bird dari Pasaraya Blok M Jakarta Selatan.

Dengan tarif Rp400.000 per orang, pengguna layanan ini akan mendapatkan tiket PP angkutan bus Blok M – Taman Safari berikut snack dan tiket masuk Taman Safari. Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan layanan tersebut dalam rangka meminimalisir kemacetan yang terus terjadi di Jalur Puncak setiap akhir pekan.

“Ke depan, layanan seperti ini akan kami perbanyak dengan titik berangkat tidak hanya dari Blok M dan titik tujuan tidak hanya ke Taman Safari, beberapa operator sedang menjajaki hal ini,” terang Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lalu lintas jalur puncak
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top