ASDP : Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo Rampung Agustus 2020

Masuknya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke bisnis properti semakin menambah daftar panjang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terjun ke sektor properti.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  16:00 WIB
ASDP : Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo Rampung Agustus 2020
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut ASDP Ira Puspadewi di selasar hotel Innaya Bay, Labuan Bajo, Senin (9/9/2019). Hotel Innaya Bay dijadwalkan soft opening 1 Oktober, menjadi salah satu sentral kawasan wisata terpadu Labuan Bajo. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Masuknya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke bisnis properti semakin menambah daftar panjang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terjun ke sektor properti.

Proyek properti yang sedang dijalankan ASDP saat ini ialah pengembangan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Upaya pengembangan kawasan tersebut dilakukan melalui PT Indonesia Ferry Property yang merupakan anak usaha gabungan dari PT PT ASDP Ferry Indonesia dengan PT Pembangunan Perumahan.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan pengembangan pada kawasan terpadu di Labuan Bajo tersebut meliputi pembangunan area komersial, hotel bintang 5, marina, serta pengembangan dermaga penyeberangan.

“Upaya pengembangan kawasan terpadu ini diharapkan bisa memberikan efek berganda terhadap perekonomian di kawasan sekitarnya,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/10/2019).

Terkait pembangunan hotel bintang 5 atau Inaya Bay Komodo, Ira mengungkapkan pihaknya sudah merampungkan pembangunan tahap I, dan telah melakukan soft launching sebanyak 105 unit kamar.

Hingga Januari 2020, ditargetkan pembangunan seluruh hotel bisa rampung dengan total kapasitas 147 unit kamar.

Adapun, fasilitas yang disediakan di hotel mewah tersebut antara lain adalah ruang serbaguna (multifunction hall) yang bisa menampung hingga 1.000 tamu.

Kehadiran ruang serbaguna itu diharapkan bisa mendorong lebih banyak kegiatan-kegiatan berskala besar yang diselenggarakan di Labuan Bajo.

“Untuk keseluruhan pengembangan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo ini diharapkan bisa rampung pada Agustus 2020,” ucapnya.

Dia mengungkapkan alasan ASDP melakukan diversifikasi usaha ke bisnis properti, karena ingin meningkatkan pendapatan di luar bisnis utamanya. Dia mengungkapkan saat ini mayoritas pendapatan perusahaan masih disumbang dari core business yaitu penyeberangan.

“Bisnis penyeberangan itu adalah bisnis yang sangat heavy regulated, karena berkaitan dengan tarif dan pelayanan masyarakat. Oleh sebab itu, kami melakukan diversifikasi ke bisnis properti agar bisa bertumbuh lebih tinggi,” ungkapnya.

Sebelumnya, ASDP juga telah melakukan pengembangan pada Pelabuhan Eksekutif di Merak, Banten, dan Bakauheni, Lampung yang dilengkapi dengan fasilitas ruang tunggu yang mewah, serta area komersial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asdp, labuan bajo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top