Menkes : Produsen Alat Kesehatan Sudah Saatnya Garap Ekspor

Industri alat kesehatan nasional dinilai sudah saatnya bereskpansi ke luar negeri, terutama dengan menyasar pasar Asia Tenggara.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  12:46 WIB
Menkes : Produsen Alat Kesehatan Sudah Saatnya Garap Ekspor
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek - Dok. Kemenkes

Bisnis.com, CIKARANG - Industri alat kesehatan nasional dinilai sudah saatnya bereskpansi ke luar negeri, terutama dengan menyasar pasar Asia Tenggara.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menjelaskan sejauh industri farmasi dan alat kesehatan sudah jauh lebih berkembang. Apalagi, sektor itu didukung dengan Instruksi Presiden No. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Saat ini, katanya, pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dalam negeri sudah cukup signifikan ditopang oleh pelaku industri lokal. Oleh karena itu, dia berharap ke depan penetrasi pasar itu bisa ditingkatkan untuk ekspor.

"Saya juga motivasi [pelaku usaha lokal untuk ekspansi] ke global," ujarnya di sela-sela seremoni awal pengerjaan proyek konstrukasi pabrik kedua PT Oneject Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Nila mencontohkan saat ini sebagian besat kebutuhan alat suntik dalam negeri sudah dipenuhi oleh pelaku industri lokal, seperti Oneject Indonesia. Dengan pembanginan fasilitas produksi baru, katanya, ke depan pemenuhan kebutuhan nasional bisa 100% dipenuhi dari dalam negeri.

Menurutnya, kapasitas produksi yang ada bisa diarahkan untuk menyasar pasar ekspor, khususnya di Asia Tenggara. "Minimal Asean bisa dikuasai oleh Indonesia," ujarnya.

Adapun, Oneject Indonesia, produsen alat kesehatan, mulai mengembangkan konstruksi pabrik keduanya di Cikarang, Bekasi, dengan nilai total investasi mencapai Rp350 miliar.

Pusat produksi anyar itu diprediksi mampu menghasilkan 900 juta alat suntik sekali pakai atau auto disable syringe per tahun dan 1,2 miliar jarum suntik dengan pengaman atau safety needle per tahun.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana menjelaskan pihaknya bakal mengembangkan pusat produksi di atas lahan seluas 1 hektare itu selama 5 tahun dengan 2 tahapan.

Pihaknya bakal mengembangkan tahap pertama dalam 2 tahun ke depan dengan investasi mencapai Rp175 miliar. Dengan nilai investasi yang sama, Jahja mengatakan pihaknya lanjutkan pengembangan pabrik itu dalam 3 tahun berikutnya. "Jadi, total investasi kami Rp350 miliar dalam 5 tahun," ujarnya.

Jahja menjelaskan pembangunan fasilitas anyar ini menjadi ekspansi Oneject Indonesia yang sebelumnya telah memiliki pabrik pertama di Bogor, Jawa Barat. Fasilitas awal di atas lahan seluas 5.000 meter persegi itu memiliki kapasitas produksi 300 juta jarum suntik per tahun.

Menurutnya, peningkatan kapasitas itu sejalan dengan langkah World Health Organization (WHO) yang mencanangkan 2020 sebagai tahun awal penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alkes

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top