Kucurkan Rp350 Miliar, Oneject Indonesia Bangun Pabrik Kedua di Bekasi

PT Oneject Indonesia, produsen alat kesehatan, mulai mengembangkan konstruksi pabrik keduanya di Cikarang, Bekasi, dengan nilai total investasi mencapai Rp350 miliar.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  12:18 WIB
Kucurkan Rp350 Miliar, Oneject Indonesia Bangun Pabrik Kedua di Bekasi
(Dari kanan ke kiri) Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana, Menteri Kesehatan Nila Farid, dan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Engko Sosialine Magdalene meresmikan awal konstruksi pabrik kedua PT Oneject Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019). - Bisnis/ Oktaviano D.B. Hana

Bisnis.com, CIKARANG - PT Oneject Indonesia, produsen alat kesehatan, mulai mengembangkan konstruksi pabrik keduanya di Cikarang, Bekasi, dengan nilai total investasi mencapai Rp350 miliar.

Pusat produksi anyar itu diprediksi mampu menghasilkan 900 juta alat suntik sekali pakai atau auto disable syringe per tahun dan 1,2 miliar jarum suntik dengan pengaman atau safety needle per tahun.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana mengatakan pihaknya bakal mengembangkan pusat produksi di atas lahan seluas 1 hektare itu selama 5 tahun dengan dua tahapan.

Tahap pertama bakal dikembangkan dalam 2 tahun ke depan dengan investasi mencapai Rp175 miliar. Dengan nilai investasi yang sama, pihaknya akan melanjutkan pengembangan pabrik itu dalam 3 tahun berikutnya.

"Jadi, total investasi kami Rp350 miliar dalam 5 tahun," ujarnya di sela-sela seremoni pengerjaan proyek konstrukasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

Jahja menjelaskan pembangunan fasilitas anyar ini menjadi ekspansi Oneject Indonesia yang sebelumnya telah memiliki pabrik pertama di Bogor, Jawa Barat. Fasilitas awal di atas lahan seluas 5.000 meter persegi itu memiliki kapasitas produksi 300 juta jarum suntik per tahun.

Menurutnya, peningkatan kapasitas itu sejalan dengan langkah World Health Organization (WHO) yang mencanangkan 2020 sebagai tahun awal penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia.

Bukan hanya aman terhadap pasien seperti alat suntik sekali pakai yang selama ini sudah beredar, Jahja mengatakan alat kesehatan itu juga harus aman untuk petugas kesehatan.

"Alat suntik harus menggunakan pelindung jarum sehingga para petugas kesehatan mudah menutup kembali tanpa risiko tertusuk atau cedera," katanya.

Jahja mengatakan konstruksi awal pabrik ini sudah bisa rampung pada Mei 2020. Pihaknya juga bisa segera terlibat dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas penggunaan produk dalam negeri di bidang alat kesehatan. Apalagi, rasio penggunaan jarum suntik terhadap jumlah penduduk Indonesia cenderung meningkat.

"Itu terjadi seiring membaiknya pelayanan pemerintah di bidang kesehatan."

Selain produksi alat suntik, Jahja menambahkan pabrik ini juga menyediakan fasilitas sterilisasi alat-alat kesehatan. Fasilitas tersebut menggunakan teknologi teranyar, yakni Electron Beam Machine, yang penggunaannya tanpa limbah sisa.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek berharap pengembangan pabrik baru itu bisa meningkatkan daya saing prodik Oneject Indonesia. Dengan begitu, produk lokal bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alat kesehatan

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top