Perkuat SDGs Kelautan, Bappenas Kejar Potensi Ekonomi dan Emisi Karbon

Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas Arifin Rudiyanto menyatakan potensi ekonomi kelautan di Indonesia, secara umum diperkirakan 6% dari PDB. Adapun sektor yang andil terbanyak adalah dari sektor perikanan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  17:11 WIB
Perkuat SDGs Kelautan, Bappenas Kejar Potensi Ekonomi dan Emisi Karbon
Perincian SDGs - ADB.org

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan program Sustainable Development Goals (SDGs), sektor kelautan tidak hanya untuk mendorong potensi ekonomi, tetapi juga mendorong potensi penyerapan emisi karbon.

Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas Arifin Rudiyanto menyatakan potensi ekonomi kelautan di Indonesia, secara umum diperkirakan 6% dari PDB. Adapun sektor yang andil terbanyak adalah dari sektor perikanan.

Hal ini menjadi salah satu alasan pemerintah untuk menjamin kelestarian dan memberantas pencemaran laut sehingga produktivitas perikanan bisa lebih optimal melalui pembudidayaan perikanan berkelanjutan. Arifin menilai, sektor kelautan sangat berperan sebagai sumber pangan dari laut. Apalagi, komponen pangan dari laut diyakini bisa mengatasi masalah gizi, stunting, dan obesitas.

“Sehingga sekarang juga tinggal bagaimana sumber pangan laut diolah lebih menarik, tidak hanya ikan bakar,” ujar Arifin di Bappenas, Kamis (3/10/2019).

Namun selain mengejar potensi perikanan, Arifin menegaskan ada potensi pengurangan emisi karbon yang sangat besar jika pemerintah berhasil menanggulangi pencemaran laut.

Khusus pencemaran akibat sampah plastik. Apalagi, pencemaran laut dari sampah plastik sangat mempengaruhi ekosistem laut dan aspek ketersediaan pangan. Imbasnya, nilai ekonomi keluatan juga bisa terdepresiasi karena melambatnya pergerakan pangan laut sebagai ekonomi lokal.

“Terumbu karang, lalu mangrove, itu mempunyai kemampuan tiga kali dari hutan untuk menyerap emisi. Ini yang ingin kita jaga, bagaimana ekosistem pesisir bisa terjaga dan banyak penyumbang utama menyerap karbon,” ungkap Arifin.

Dia menyatakan, Bappenas secara spesifik akan berperan sebagai financial hub untuk meloloskan dua target utama pemberdayaan kelautan. Guna meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan masyarakat di pesisir pantai, sebagai financial hub, Bappenas akan mempertemukan investor dan penerima.

“Dari 27 list of projects, dan nantinya ada prioritas melalui green project yang mendukung pelestarian lingkungan hidup, maka kami siapkan metode yang bankable,” terang Arifin.

Dia menyatakan pula, Bappenas akan mempertemukan filantropi, perbankan, dan dunia usaha. Dengan cara itu, Arifin yakin upaya perikanan berkelanjutan bisa lebih cepat terimplementasi.

“Khusus untuk aspek kemaritiman, kami siapkan bagaimana mengembangkan perikanan berkelanjutan, sudah ada potensial donor yang kemudian akan membiayai,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emisi karbon

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top