Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

37 Konsesi Tambang Bakal Terdampak Pengembangan Ibu Kota Baru

Sebanyak 37 konsesi tambang bakal terdampak pengembangan ibu kota baru di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 September 2019  |  13:42 WIB
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 37 konsesi tambang bakal terdampak pengembangan ibu kota baru di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. 

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dari 37 konsesi tersebut, terdapat dua perusahaan tambang besar, yakni PT Multi Harapan Utama dan PT Singlurus Pratama. Sementara sisanya merupakan usaha tambang kecil. 

"Ada beberapa tambang di wilayah Kukar," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro kepada Bisnis, akhir pekan lalu. 

Sementara itu, Staf Ahli Bappenas sekaligus Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibu Kota Imron Bulkin menerangkan perluasan ibu kota negara memiliki skema open green space

"Enggak ada bangunan," tuturnya kepada Bisnis.

Dia menyebut pengembangan kawasan ibu kota baru akan dilakukan pada 2025 hingga 2045 mendatang. Perluasan kawasan ini bisa berupa taman nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Ibu Kota Dipindah
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top