Kegiatan Nelayan di Perbatasan dan Pulau Terluar Perlu Intervensi Teknologi

Intervensi teknologi dalam aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan di perbatasan dan pulau terluar dinilai mendesak dan perlu mendapat perhatian pemerintah.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 23 September 2019  |  13:13 WIB
Kegiatan Nelayan di Perbatasan dan Pulau Terluar Perlu Intervensi Teknologi
Puluhan perahu nelayan yang berada di pesisir pantai Galesong Kabupaten Takalar Sulsel tengah menganggur karena para nelayan masih menikmati libur pasca lebaran tiga hari lalu. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Intervensi teknologi dalam aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan di perbatasan dan pulau terluar dinilai mendesak dan perlu mendapat perhatian pemerintah.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Zulficar Mochtar menuturkan akses teknologi bagi para nelayan di perbatasan dan pulau terluar masih sangat terbatas 

“Kondisi nelayan di perbatasan sangat terbatas dari aspek teknologi penangkapan ikan, kondisi kapal dan keselamatan, serta pengolahan dan pemasaran hasil tangkapan sehingga memerlukan dukungan teknologi untuk tingkatkan pendapatan mereka” katanya seperti dikutip dari keterangan pers, Senin (23/9/2019).

Zulficar menjelaskan secara umum, kondisi infrastruktur telekomunikasi di pulau perbatasan masih sangat terbatas sehingga belum menjangkau dan mendukung aktivitas kenelayanan. 

Oleh karena itu, Iskindo mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian dan melengkapi sarana telekomunikasi di pulau perbatasan untuk mendukung kegiatan kenelayanan. 

Seperti diketahui, pembangunan pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) merupakan salah satu nawacita Presiden Joko Widodo untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) dan perusahaan startup bidang perikanan melakukan kajian dan pilot program penggunaan aplikasi internet bagi nelayan di pulau perbatasan di Natuna, Sebatik, dan Saumlaki. 

Sementara itu, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Danny Januar mengatakan dukungan Bakti dalam pemanfaatan aplikasi untuk nelayan di pulau perbatasan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui penyediaan informasi pasar. 

Selain itu, Bakti juga akan memberikan dukungan teknologi penangkapan agar nelayan dapat melakukan penangkapan ikan secara efisien dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran. 

“Dukungan Bakti bertujuan untuk meningkatkan jangkauan penggunaan teknologi bagi nelayan dan mendukung keselamatan mereka dalam menangkap ikan” kata Januar. 

Pemilihan lokasi di perbatasan sejalan dengan mandat Bakti untuk menyediakan sarana telekomunikasi di daerah sulit, termasuk perbatasan laut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, nelayan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top