Pemerintah Berharap Tekfin Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan

Menurut Darmin, inovasi teknologi terutama di bidang keuangan yang makin pesat akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Kehadiran perusahaan tekfin yang dapat menjangkau wilayah-wilayah belum terjamah oleh pelayanan finansial konvensional akan meningkatkan inklusivitas finansial negara.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 September 2019  |  11:35 WIB
Pemerintah Berharap Tekfin Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial (tekfin/fintech) diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat yang belum memiliki akses ke pelayanan-pelayanan keuangan umum. Untuk itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan dan perbaikan infrastruktur digital perlu ditingkatkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta pada Senin (23/9/2019) pagi.

Menurut Darmin, inovasi teknologi terutama di bidang keuangan yang makin pesat akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Kehadiran perusahaan tekfin yang dapat menjangkau wilayah-wilayah belum terjamah oleh pelayanan finansial konvensional akan meningkatkan inklusivitas finansial negara.

Data dari Findex mencatat, tingkat inklusivitas finansial di Indonesia pada 2017 berada pada angka 48,9%. Angka ini meningkat sekitar 12% dibandingkan dengan 2014 saat tingkat inklusivitas finansial Indonesia ada pada posisi 36%.

“Peningkatan tersebut sudah cukup baik, tetapi kita harus bisa lebih tinggi. Potensi tekfin untuk mengisi cukup besar,” tuturnya.

Darmin mengatakan, perusahaan tekfin menghadirkan pelayanan finansial yang mudah, cepat, aman, dan dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Hal ini terutama berlaku kepada populasi di Indonesia yang belum mendapat akses pelayanan keuangan memadai.

Data dari Asosiasi Fintech Indonesia pada 2019 mencatat, portofolio dari perusahaan-perusahaan tekfin di Indonesia 70%-nya adalah masyarakat yang belum terjangkau sistem pelayanan keuangan konvensional.

“Perusahaan dan pelaku usaha tekfin secara langsung membantu negara dalam upayanya mencapai tingkat inklusivitas keuangan yang maksimal di tengah masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat dapat mengenal bentuk-bentuk pelayanan finansial lain yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” lanjutnya.

Darmin juga mengingatkan kepada pelaku usaha di bidang ini untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain. Hal tersebut wajib dilakukan agar ekosistem digital yang terbentuk dapat terjaga dan dimanfaatkan dengan efektif.

Selain itu, pemerintah juga turut membantu upaya perusahaan-perusahaan tekfin dalam upayanya menjembatani masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur digital. Darmin mengakui sektor ini merupakan salah satu bidang krusial dan peningkatannya harus segera dilakukan.

Dia juga berharap, perusahaan tekfin tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Dia meminta kepada seluruh pelaku industri untuk meningkatkan pendidikan keuangan kepada konsumen, perlindungan yang lebih kuat kepada pemakai jasa serta manajemen risiko yang jelas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top