Boeing 737 MAX Butuh Beberapa Langkah Lagi untuk Kembali Terbang

FAA telah mengkaji perubahan perangkat lunak dan pelatihan yang diusulkan oleh Boeing selama berbulan-bulan. Namun, belum diketahui pasti kapan Boeing akan melakukan uji penerbangan. Pengujian ini harus dilakukan sebelum sebuah pesawat dinyatakan dapat terbang lagi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 20 September 2019  |  15:59 WIB
Boeing 737 MAX Butuh Beberapa Langkah Lagi untuk Kembali Terbang
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA – Boeing masih harus melakukan beberapa tahapan hingga 737 MAX dapat kembali beroperasi. Salah satu tahapan yang harus dilalui Boeing adalah menyerahkan versi pra-produksi dari pembaruan perangkat lunak.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS Steve Dickson, seperti ditulis Reuters.

Dickson bertemu jajaran Boeing di Renton, Washington pada Kamis (19/9) dan menguji revisi perangkat lunak dalam sebuah simulator.

Rencananya, ia juga akan bertemu dengan sekitar 50 regulator keselamatan penerbangan di Montreal, Kanada pekan depan. Pertemuan tersebut akan membahas status Boeing 737 MAX yang sempat mengalami dua kecelakaan fatal, yakni di Indonesia dan Ethiopia.

FAA telah mengkaji perubahan perangkat lunak dan pelatihan yang diusulkan oleh Boeing selama berbulan-bulan. Namun, belum diketahui pasti kapan Boeing akan melakukan uji penerbangan. Pengujian ini harus dilakukan sebelum sebuah pesawat dinyatakan dapat terbang lagi.

Dickson menjelaskan, serangkaian langkah yang harus dilakukan Boeing sebelum uji sertifikasi butuh waktu sekitar satu bulan lagi. Kemudian, FAA baru dapat mengizinkan pesawat tersebut terbang tanpa masalah lagi.

“Saya tidak akan keluar dari pesawat sampai saya puas secara pribadi,” ujar Dickson pada Reuters, Jumat (20/9/2019).

Dickson juga menyatakan dirinya puas akan sikap Boeing yang responsif dalam serangkaian langkah ini.

Meski demikian, beberapa pejabat pemerintahan menyampaikan pada Reuters bahwa mereka tidak yakin Boeing akan mendapatkan sertifikasi penerbangan hingga setidaknya pertengahan Oktober 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top