BOJ Tidak Mengekor The Fed, Proyeksikan Pelonggaran pada Oktober

Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya pada hari Kamis (19/9/2019), tidak mengikuti langkah Federal Reserve yang baru saja memangkas suku bunga acuannya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 September 2019  |  11:18 WIB
BOJ Tidak Mengekor The Fed, Proyeksikan Pelonggaran pada Oktober
/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya pada hari Kamis (19/9/2019), tidak mengikuti langkah Federal Reserve yang baru saja memangkas suku bunga acuannya.

Dilansir Reuters, BOJ dalam keterangan resminya juga menyatakan akan meninjau kembali perkembangan ekonomi dan inflasi secara lebih menyeluruh pada pertemuan kebijakan berikutnya pada bulan Oktober mendatang.

"BOJ menilai bahwa perlu untuk lebih memperhatikan kemungkinan bahwa momentum menuju pencapaian target harganya akan hilang," ungkap BOJ dalam sebuah pernyataan, Kamis (19/9/2019).

"Dengan mempertimbangkan situasi ini, BOJ akan meninjau kembali perkembangan ekonomi dan harga pada pertemuan kebijakan berikutnya, ketika memperbarui prospek untuk aktivitas ekonomi dan harga," lanjut mereka, seperti dikutipp Reuters.

Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, BOJ mempertahankan target suku bunga jangka pendek pada  minus 0,1 persen dan janji untuk menjaga imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun di kisaran 0 persen.

BOJ juga tetap mempertahankan panduan ke depan, atau janji bank sentral dalam kebijakan moneter mendatang, serta berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah saat ini untuk jangka waktu yang lama, setidaknya sampai sekitar pertengahan tahun 2020.

Keputusan mempertahankan target suku acuan diambil setelah tujuh dari sembilan anggota dewan memilih sepakat, sedangkan dua suara lainnya dari anggota dewan Goushi Kataoka dan Yutaka Harada tidak setuju.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda akan mengadakan konferensi pers pada pukul 15.30 waktu setempat (13.30 WIB) untuk menjelaskan keputusan kebijakan moneter BOJ lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top