Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masyarakat Diimbau Hindari Produk Rokok Elektrik Tak Resmi & Tak Berpita Cukai

Masyarakat diminta hanya menggunakan produk rokok elektrik atau vape dengan cairan yang legal.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 16 September 2019  |  15:30 WIB
ilustrasi. - Antara
ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diminta hanya menggunakan produk rokok elektrik atau vape dengan cairan yang legal.

"Kami dari asosiasi selalu mengimbau seluruh masyarakat, untuk hanya menggunakan produk liquid vape yang resmi dan berpita cukai," kata Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita kepada Bisnis, Senin (16/9/2019).

Garindra mengungkapkan hal itu terkait fenomena meningkatnya kasus gangguan pernafasan yang diduga berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik atau vape di Amerika Serikat.

Apa yang terjadi di AS itu, katanya, berbeda dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. Pasalnya, sejumlah kasus itu terkait dengan penggunaan tetrahydrocannabinol atau THC yang dikonsumsi dengan menggunakan alat vape.

Menurutnya, penyakit itu bukan disebabkan oleh cairan atau liquid vape bernikotin. THC merupakan senyawa aktif yang biasanya terdapat pada tanaman cannabis atau lebih dikenal ganja.

Di sejumlah negara bagian AS, jelasnya, THC ini merupakan produk legal. Garindra mengatakan fenomena itu relatif berdampak bagi pasar vape di Indonesia. Namun, dia meyakini dampaknya tidak akan signifikan.

"Karena masyarakat sudah lebih cerdas untuk lebih mencari tahu mengenai sebuah berita, dan tidak hanya melihat luarnya saja," ujarnya.

Garindra menekankan bahwa vape hanyalah sebuah alat, seperti halnya korek pada rokok konvensional. "Yang menentukan baik buruknya adalah apa yang kita hisap dari alat vape tersebut," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top