Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Runway Ketiga Bandara Soekarno-Hatta Menghemat Biaya Avtur

PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim operasional landasan pacu atau runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta dapat menghemat biaya avtur maskapai hingga Rp75 juta per pergerakan pesawat.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 08 September 2019  |  18:49 WIB
Dirut AP II Muhammad Awaluddin (paling kanan) mengklaim runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta dapat menghemat bahan bakar pesawat, Minggu (8/9/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Dirut AP II Muhammad Awaluddin (paling kanan) mengklaim runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta dapat menghemat bahan bakar pesawat, Minggu (8/9/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, TANGERANG--PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim operasional landasan pacu atau runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta dapat menghemat biaya avtur maskapai hingga Rp75 juta per pergerakan pesawat. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan runway ketiga yang saat ini berdimensi 2.500 meter dan 45 meter akan diperpanjang hingga 3.000 meter dan 60 meter. Pesawat yang bisa menggunakan hanya sebatas tipe berlorong tunggal (single aisle).

"Jumlah penghematan bisa sampai Rp75 juta, itu dari biaya fuel yang digunakan. Kalau selama ini pesawat harus holding dulu [sebelum take off atau landing] beberapa menit, nanti bisa lebih singkat," kata Awaluddin usai meninjau operasional runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (8/9/2019).

Dia menambahkan kapasitas runway saat ini mencapai 81 pergerakan per jam. Usai diperpanjang, kapasitas tersebut bisa meningkat hingga 40 persen atau menjadi 114 pergerakan per jam.

Pihaknya menuturkan saat ini antrean pesawat untuk melakukan take off/landing mencapai empat hingga tujuh pesawat. Diharapkan antrean tersebut tidak sampai empat pesawat, sehingga bisa meningkatkan ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP).

Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menilai penumpang bisa merasakan keuntungan yakni melalui penghematan waktu terbang.

"Salah satu contoh saat Sriwijaya Air gunakan runway ketiga, langsung masuk taxiway ke apron. Penghematan waktu lumayan banyak," ujar Novie.

Penambahan runway dinilai penting karena pada saat peak season seperti angkutan Lebaran, antrean pesawat bisa mencapai 10 unit. Penurunan biaya maskapai bisa berpengaruh terhadap harga tiket yang dibebankan kepada konsumen.

Adapun, proyek runway ketiga membutuhkan lahan seluas 216 hektare. Kebutuhan tersebut diklaim sudah tersedia dan bebas.

Penambahan pergerakan pesawat akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah penumpang. Saat ini, jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta baru sekitar 60-70 juta penumpang per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno hatta
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top