Pelaku Hulu-Hilir Tekstil Kompak, Ini Strategi Mengembalikan Kejayaan

Kesepakatan bersama pelaku industri hulu dan hilir untuk memprioritaskan penggunaan bahan baku tekstil di dalam negeri akan ditindaklanjuti dengan sejumlah strategi.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 September 2019  |  10:59 WIB
Pelaku Hulu-Hilir Tekstil Kompak, Ini Strategi Mengembalikan Kejayaan
Penjual bahan kain menata dagangannya di Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Jumat (14/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, PELALAWAN  - Kesepakatan bersama pelaku industri hulu dan hilir untuk memprioritaskan penggunaan bahan baku tekstil di dalam negeri akan ditindaklanjuti dengan sejumlah strategi.

Sekjen Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pemerintah akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyesuaikan rencana kebijakan dengan kondisi pertekstilan saat ini.

"Salah satunya, kami akan membuat policy yang sesuai untuk mengamankan pasar dalam negeri dulu dan kemudian berlanjut ke penguatan ekspor," kata Sigit di Riau, Jumat (6/9/2019).

Selain itu, Sigit memaparkan pihaknya telah memiliki nomenklatur di kementeriannya yang mengatur perihal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku tekstil yang diproduksi di dalam negeri.

Terakhir, pihaknya dan Bank Indonesia telah bekerja sama baru-baru ini dan akan menindaklanjuti peran sektor perbankan untuk mendukung penguatan industri tekstil.

"Akan kami bahas dengan Bank Indonesia bagaimana sektor perbankan ini bisa berperan mendorong industri ini, " ujarnya.

Sigit mengatakan salah satu bahan baku tekstil yang diproduksi dalam negeri adalah viscose atau rayon. Dia mencontohkan viscose yang dihasilkan Asia Pacific Rayon (APR) yang mampu memproduksi serat rayon sebanyak 240.000 ton per tahun.

"Dengan adanya APR, ada substitusi dari tadinya banyak kapas [yang diimpor]. Adanya substitusi kepada rayon membuat struktur lebih kuat sehingga memperkuat industri tekstil kita," tambahnya.

Adapun, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pentingnya kerja sama terus menerus antara hulu dan hilir serta pengembangan research and development (RnD) yang berkesinambungan untuk menindaklanjuti pertemuan hari ini.

"Dengan mendorong Everything Indonesia (produk tekstil yang berasal seluruhnya dari Indonesia) dapat didorong menjadi icon produk tekstil sehingga dapat mendorong market share tekstil lebih luas lagi," ujarnya.

Direktur APR Basrie Kamba mengharapkan kesepakatan bersama multistakeholder untuk mengoptimalisasikan bahan baku tekstil dalam negeri dapat mempercepat target pemerintah dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Kami ingin menyambung seluruh ekosistem tekstil karena penguatan industri tekstil tidak bisa sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, dilakukan kesepakatan bersama antar pemangku kepentingan yang ditandai dengan penandatanganan oleh perwakilan pelaku industri tekstil dalam acara Multi Stakeholder dalam Forum bertema ”Upaya Mengoptimalkan Pemakaian Bahan Baku Dalam Negeri untuk Produk TPT Indonesia”, di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Riau, Jumat (6/9/2019).

Penandatanganan kesepakatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Sekertris Jenderal Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita, Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba, perwakilan desainer dalam Indonesia Fashion Chambers Yufie Safitri Sobari dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tekstil

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top