Potensial Kerek Industri Tekstil, Bahan Baku Sustainable Fashion Perlu Dioptimalkan

Pelaku usaha mendorong optimalisasi bahan baku sustainable fashion dalam negeri untuk membangkitkan optimisme pasar terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 September 2019  |  06:25 WIB
Potensial Kerek Industri Tekstil, Bahan Baku Sustainable Fashion Perlu Dioptimalkan
ilustrasi - APR

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha mendorong optimalisasi bahan baku sustainable fashion dalam negeri untuk membangkitkan optimisme pasar terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan Indonesia mampu menjawab tantangan tersebut sekaligus memperkuat struktur industri TPT Indonesia yang saat ini tengah jadi sorotan.

"Kami optimistis Indonesia dapat menjadi pemain besar di segmen pasar sustainable fashion dengan memanfaatkan sumber bahan baku tekstil yang bisa kita produksi sendiri dalam negeri," katanya di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Salah satu bahan baku tekstil yang sustainable yang telah diproduksi di dalam negeri adalah viscose rayon. Viscose rayon adalah serat benang yang berasal dari pohon dan dapat terurai secara alami. Selain terbarukan, viscose rayon juga memiliki sifat-sifat seperti sejuk, nyaman, warna yang lebih cemerlang serta dapat digabung dengan bahan mentah tekstil lainnya seperti katun dan polyester.

Viscose rayon dapat diterapkan ke berbagai produk seperti pakaian, kebutuhan rumah tangga hingga alat kesehatan dan kecantikan.

Sebagai produsen serat viscose rayon terintegrasi pertama di Indonesia, Asia Pacific Rayon (APR) menghasilkan produknya dari pengelolaan lestari dan berkelanjutan yang dibuktikan dengan sertifikasi internasional dan nasional yang dimiliki pemasok utamanya, APRIL Group.

"Produk serat rayon kami bisa terlacak serta sustainable. Penggunaan bahan baku lokal yang sustainable juga menjadi stimulus untuk pengembangan industri TPT Indonesia sebagai industri tumpuan di masa depan," ujar Direktur APR Basrie Kamba.

Permintaan viscose rayon sendiri diprediksi akan terus meningkat seiring bergaungnya gema sustainable fashion.

Fibre2fashion memprediksi konsumsi viscose rayon pada 2023 akan meningkat secara signifikan di wilayah Asia Pasifik dengan potensi pertumbuhan tertinggi di China sebesar 6,1%, diikuti oleh India sebesar 7,2% dan Indonesia sebesar 5,7% dibandingkan tahun ini.

Sekjen Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan saat ini pihaknya terus mengkaji tantangan dalam industri TPT sembari terus memperbaiki kinerjanya misalnya dengan mengkaji aturan yang memberatkan industri serta membuka keran investasi tekstil sebagai substitusi impor.

“Kami pun mendorong penggunaan bahan baku tekstil yang bisa diproduksi dari dalam negeri seperti viscose rayon ini. Kami harap dengan fokus pada produk berorientasi ekspor akan meningkatkan kinerja industri sehingga kita semakin dekat untuk merealisasikan target Making Indonesia 4.0," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Tekstil

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top