Begini Peran Bahan Bangunan Sumbang Inflasi

Selain bahan makanan dan perhiasan emas, komponen bahan bangunan mencatatkan kenaikan yang berimbas pada harga sewa rumah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 September 2019  |  20:25 WIB
Begini Peran Bahan Bangunan Sumbang Inflasi
Ilustrasi: Pekerja mengerjakan pembangunan salah satu perumahan mewah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Harga bahan bangunan menyumbang kenaikan harga properti mewah dan pada gilirannya mendongrak inflasi. - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Selain bahan makanan dan perhiasan emas, komponen bahan bangunan mencatatkan kenaikan yang berimbas pada harga sewa rumah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan inflasi Agustus 2019 sebesar 0,12% dan Inflasi Tahun Kalender 2019 adalah 2,48%. Sementara secara (yoy), inflasi Agustus 2019 tercatat 3,49%.

Penyebab kenaikan inflasi bersumber dari harga cabai merah, cabai rawit, dan perhiasan yaitu emas, uang sekolah, dan harga sewa rumah.

Meskipun cabai mencatatkan inflasi, bahan pangan secara umum justru mengalami deflasi 0,19%. Pasalnya, ada tujuh kelompok makanan alami deflasi dan empat lagi mengalami inflasi. 

Sebagai salah satu negara produsen cabai, Indonesia juga belum menemukan negara lain yang bisa membantu menyuplai kebutuhan cabai di dalam negeri.

Pemerintah perlu memberikan antisipasi pengendalian harga pangan yang tepat sasaran pada musim kemarau panjang, khususnya komoditi cabai.

Perumahan Menggeliat

Menurut Suhariyanto, harga sewa rumah mencatatkan inflasi akibat kenaikan harga bahan bangunan, air PAM, dan listrik.

Bisnis mencatat perumahan, air, listrik, dan gas serta BBM mengalami perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) 2,37% (yoy). Andil yang diberikan terhadap porsi inflasi Agustus ada 0,59% (yoy).

Kenaikan harga bahan bangunan tercermin dalam Indeks Harga Perdagangan Bebas (IHPB) Agustus 2019. BPS mencatat, IHPB bangunan atau konstruksi dengan lima kelompok jenis bangunan secara umum mengalami kenaikan 0,08% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm).

Secara terperinci, kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan adalah tanah uruk sebesar 0,45%, batako sebesar 0,34%, genteng dan atap lain naik 0,25%, kerikil dan sirtu alam naik 0,18%, serta semen naik 0,18%.

Adapun lelompok bangunan yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah kelompok bangunan lainnya sebesar 0,11%.

Selain itu kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 0,07%, kelompok bangunan pekerjaan umum dan pertanian naik 0,09%, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan naik 0,09%. Terakhir, kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi naik 0,08%.

Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanuddin menjelaskan kenaikan harga emas tak lepas dari berlarinya investor kepada opsi investasi yang lebih minim risiko di tengah perang dagang. "Kenaikan signifikan ini mulai terlihat sejak Juni dan Juli."

Sementara kenaikan harga sewa menurut Nurul sangat berkaitan juga dengan permintaan tahun ajaran baru. Buktinya, sewa rumah cenderung meningkat di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Yogyakarta ketimbang di Kalimantan Timur yang baru diumumkan sebagai bakal lokasi ibu kota.

Nurul memerinci di Jakarta inflasi harga sewa rumah naik 0,19% dengan andil 0,08%. Sementara di Bekasi juga tercatat naik 1,60% dan andil 0,03% terhadap inflasi.

"Di Kalimantan hanya ada kenaikan harga sewa rumah di Pontianak [Kalimantan Barat]. Kaltim baik Samarinda dan Balikpapan justru masih stabil," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, Inflasi

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top