Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Lunasi Piutang Pertamina Periode 2016 – 2017 pada September 2019

PT Pertamina (Persero) menyatakan piutang atas penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi solar selama periode 2016 – 2017 dengan total Rp17 triliun dilunasi pada September mendatang.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  10:02 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menyatakan piutang atas penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi solar selama periode 2016 – 2017 dengan total Rp17 triliun dilunasi pada September mendatang.

Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Mansury mengatakan piutang Pertamina telah dibayarkan Rp10 triliun oleh pemerintah pada Juli lalu. Sisanya diharapkan selesai dibayarkan pada September – Oktober mendatang.

“Pemerintah di tahun ini memiliki rencana pembayaran atas piutang Pertamina Rp17 triliun. Untuk Rp10 triliun sudah dibayarkan Juli lalu, sisanya September atau Oktober, tapi kami harapkan September,” katanya, di Gedung DPR RI, Rabu (28/9/2019) malam.

Dengan lunasnya piutang 2016 – 2017, Pertamina tetap memiliki piutang untuk periode 2018. Pahala mengatakan piutang Pertamina dari pemerintah tidak habis, tetapi bertambah terus seiring realisasi penyaluran BBM solar bersubsidi.

Pihaknya mengapresiasi pemerintah untuk melunasi utang penjualan BBM, di saat kondisi penerimaan negara cukup berat. 

“Berarti luar biasa lah, kalau pemerintah menyelesaikan piutang ini. Kami mengapresiasi betul,” tambahnya.

Sementara itu, untuk piutang Pertamina dari pemerintah tahun lalu, Pahala menyebut setidaknya ada Rp25 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina BBM
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top