PGN (PGAS) Berencana Pasok Gas ke Proyek Kilang Pertamina

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana membangun jaringan gas untuk mendukung proyek kilang PT Pertamina (Persero). 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  18:07 WIB
PGN (PGAS) Berencana Pasok Gas ke Proyek Kilang Pertamina
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk memeriksa Regulator System di Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana membangun jaringan gas untuk mendukung proyek kilang PT Pertamina (Persero). 

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan hingga 2021, pihaknya fokus mempercepat penyediaan gas di lima proyek kilang Pertamina.

Menurutnya, memasok gas untuk lima kilang bahan bakar minyak (BBM) yang dioperasikan oleh induk holding migas nasional tersebut menjadi salah satu program prioritas.

"Program konversi bahan bakar kilang menjadi gas merupakan program prioritas Pertamina yang akan dijalankan PGN sebagai subholding gas dalam rangka menggantikan BBM dan produk turunan dengan volume penyaluran berkisar 90 BBTUD," katanya, Rabu (28/8/2019)

Adapun lima proyek kilang yang akan menggunakan bahan bakar gas, yakni Kilang Dumai, Balongan, Cilacap, Balikpapan, serta kilang petrokimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Menurutnya, optimalisasi gas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional kilang Pertamina. Selain itu, penggunaan gas di dalam negeri secara optimal diyakini akan memberikan nilai tambah yang lebih besar. 

Rachmat menambahkan konversi bahan bakar kilang berlangsung dalam 3 tahun. “Untuk 2019-2021, kami fokus percepatan untuk penyediaan di lima kilang, yaitu tiga kilang di Pulau Jawa, satu kilang di Pulau Kalimantan, dan satu kilang di Dumai,” tambahnya.

Sejauh ini, PGN lewat Pertagas telah mengalirkan gas ke kilang Dumai sejak April lalu. Terkait pendanaan, Rachmat belum menjelaskan lebih lanjut jumlah investasi yang disiapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas, PGN

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top