Bappenas : Konsumsi Masyarakat Ditargetkan Tumbuh 5,29%

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan permintaan domestik yakni konsumsi masyarakat tumbuh 5,16% sampai 5,29% hingga 2024 ditopang paling banyak dari sektor infrastruktur.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  14:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan permintaan domestik yakni konsumsi masyarakat tumbuh 5,16% sampai 5,29% hingga 2024 ditopang paling banyak dari sektor infrastruktur.

Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, Bappenas memprediksi peningkatan konsumsi masyarakat didorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat seiring dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih besar, stabilitas harga, dan bantuan sosial pemerintah yang lebih tepat sasaran.

"Konsumsi pemerintah akan tumbuh rata-rata 4,13% sampai 4,23% per tahun didukung oleh peningkatan belanja pemerintah, baik pusat maupun transfer ke daerah," tulis Bappenas dalam dokumen tersebut dikutip Bisnis.com, Selasa (27/8/2019).

Target ini, menurut Bappenas, dengan asumsi ada kenaikan pendapatan negara utamanya penerimaan perpajakan.

RPJMN 2020-2024 juga menyatakan ekspansi perekonomi sepanjang waktu tersebut akan didorong oleh investasi khususnya melalui pembentukan modal tetap bruto yang ditargetkan 6,88% sampai 8,11%.

Guna mencapai target itu, investasi swasta baik asing maupun dalam negeri akan didorong melalui deregulasi prosedur investasi, sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perizinan.

Target ini juga termasuk meningkatkan peringkat Easy on Doing Business (EoDB) Indonesia dari posisi 73 pada 2018 menjadi 40 pada 2024.

Nantinya peningkatan investasi ini juga akan didorong melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), utamanya infrastruktur.

Hal ini tercermin dari peningkatan stok infrastruktur menjadi 50,0% PDB, dan belanja modal 2,3% sampai 2,8% pada 2024.

"Peningkatan investasi akan ditujukan pada peningkatan produktivitas yang akan mendorong peningkatan efisiensi investasi," tulisnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konsumsi rumah tangga

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top