Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kargo Udara di Indonesia Sulit Berkembang, Apa Sih Pemicunya?

Sampai saat ini, pertumbuhan bisnis kargo udara di Indonesia masih terkendala proses kebandarudaraan yang berjalan lambat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:05 WIB
Pesawat kargo - Ilustrasi
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik Indonesia menilai bisnis kargo udara di Indonesia masih sangat menggiurkan dengan pertumbuhan bisa mencapai 8 persen setiap tahunnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita menuturkan kargo udara untuk negara kepulauan seperti Indonesia akan selalu berkembang.

Sampai saat ini, paparnya, pertumbuhan bisnis kargo udara masih terkendala aktivitas kebandarudaraan yang lamban.

"Pertumbuhannya bisa antara 5 persen--8 persen per tahun dan bisa lebih cepat dan biaya lebih murah karena sekarang banyak biaya di bandara [jadi lebih mahal]," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (21/8/2019).

Dia menyatakan perkembangan bisnis kargo udara itu perlu dijaga dengan mulai memakai pesawat freighter atau drone untuk kargo, seperti yang mulai dikembangkan oleh Garuda Indonesia.

Selain itu, terangnya, perkembangan e-commerce membuat pengiriman dengan cepat dan harga yang murah menjadi sesuatu yang wajib terpenuhi. Sayangnya, harga murah dan cepat belum bisa dicapai oleh kargo udara di indonesia sekarang ini.

"Lambatnya proses di bandara sehingga barang kargo udara harus sudah masuk ke gudang bandara 4 jam--5 jam sebelum pesawat lepas landas dan hanya boleh diambil 2 jam--3 jam setelah pesawat mendarat menunjukkan bandara kita dan proses kargo udara sangat tidak efisien," tuturnya.

Zaldi melanjutkan, kapasitas kargo udara pun sangat terbatas dan pengelola bandara hanya fokus mengurusi penumpang dalam membangun bandara dan kurang memperhatikan aktivitas barang.

"Proses juga terlalu banyak ada, regulated agent [RA], dan lain-lain, serta masih banyak proses yang berjalan manual, tidak ada otomatisasi," paparnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia kargo udara
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top