Pulihkan Ekonomi Pasca Bencana, IKM di Sulteng Direvitalisasi

Kementerian Perindustrian merevitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:04 WIB
Pulihkan Ekonomi Pasca Bencana, IKM di Sulteng Direvitalisasi
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian merevitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan upaya ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan wirausaha baru sektor IKM sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu meningkatkan perekonomian wilayah setempat.

“Upaya kami lakukan di antaranya melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inovasi,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/8/2019).

Gati menjelaskan kegiatan revitalisasi IKM di tiga wilayah Sulawesi Tengah tersebut juga dalam rangka membangkitkan kembali gairah usaha pasca-bencana. Beberapa waktu lalu, kawasan Palu serta Sigi dan Donggala terkena dampak gempa bumi disertai tsunami dan likuifaksi.

Musibah tersebut menyebabkan banyak korban jiwa maupun kerugian ekonomi dengan skala yang cukup besar. Selain itu, ikut menyusutkan kapasitas produksi di sektor industri, yang berakibat pada kerugian finansial bahkan pertumbuhan pembangunan mengalami penurunan.

Oleh karena itu, sejak masa tanggap darurat hingga saat ini memasuki masa rehabilitasi, Kemenperin bersama pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban para penyintas.

Misalnya, menggelar pelatihan desain serta memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan bagi sentra IKM rotan dan pakaian jadi di Kota Palu, bimtek wirausaha baru IKM, yang juga dibarengi pemberian mesin dan peralatan konveksi di Kabupaten Sigi.

Selain itu juga dilaksanakan bimtek wirausaha baru IKM serta memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan perbengkelan kendaraan roda dua dan pengelasan di Palu, Sigi, hingga Donggala.

“Kami juga memberikan bantuan startup capital berupa peralatan produksi kepada kelompok usaha yang berada di Palu, Sigi dan Donggala,” katanya.

Gati berharap sinergi yang telah dibangun antara Kemenperin dengan segenap Dinas yang membawahi sektor industri di Provinsi Sulawesi Tengah, dapat mengakselerasi pertumbuhan jumlah wirausaha baru serta meningkatkan potensi sentra IKM, yang ujungnya akan berkontribusi signifikan pada perekonomian wilayah setempat bahkan secara nasional.

Kemenperin mencatat, hingga tahun lalu, jumlah IKM di Sulawesi Tengah mencapai 6.779 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.622 orang. Total nilai investasinya sebesar Rp297 miliar dan nilai produksinya menembus hingga Rp2,8 triliun.

Gati optimistis investasi sektor industri di Tanah Air akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya, kebijakan kemudahan izin usaha serta memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top