Ekspor Nonmigas Ditarget Tumbuh 8% pada 2020, Realistiskah?

Guna mendukung ambisi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3%, ekspor nonmigas ditargetkan dapat tumbuh 8% pada tahun depan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  16:11 WIB
Ekspor Nonmigas Ditarget Tumbuh 8% pada 2020, Realistiskah?
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai pembacaan Nota Keuangan 2020 di Gedung DPR RI, Jumat (16/8/2019). - Bisnis/Yustinus Andri

Bisnis.com, JAKARTA — Guna mendukung ambisi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3%, ekspor nonmigas ditargetkan dapat tumbuh 8% pada tahun depan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dia optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun depan dalam nota keuangan 2020 sebesar 5,3% dapat tercapai. Menurutnya, hal itu dapat tercapai apabila ekspor nonmigas dapat tumbuh dengan baik.

“Dengan target pertumbuhan ekonomi 5,3% tahun depan, ekspor [nonmigas] pada 2020 minimal harus bisa tumbuh menyamai target tahun ini [8%],” jelasnya, ketika ditemui usai pembacaan Nota Keuangan 2020 di Gedung DPR RI, Jumat (16/8/2019).

Dia mengatakan, kinerja ekspor nonmigas tahun ini masih belum bisa tumbuh sesuai harapan. Menurutnya, kondisi perekonomian global terutama adanya perang dagang, membuat kinerja ekspor RI mengalami tekanan.

Namun demikian, dia optimistis laju ekspor nonmigas tahun ini akan kembali mencapai level positif atau mengalami pertumbuhan. Menurutnya, saat ini pemerintah sedang menempuh upaya jangka pendek untuk mendongkrak ekspor nonmigas dengan memperbanyak misi dagang.

“Kita cari pasar konsumen yang besar seperti China, dan kita pasok mereka produk-produk yang mereka minati tapi tidak mereka produksi seperti sarang walet, buah-buahan tropis dan sawit. Saya optimistis upaya ini akan membuat kinerja ekspor nonmigas kita di akhir tahun ini tidak akan negatif lagi,” paparnya.

Di sisi lain, dia menyebutkan, target pertumbuhan ekspor nonmigas 8% pada tahun depan cukup realistis lantaran adanya pakta dagang yang mulai dapat diaplikasikan.

Dia mengatakan selain Indonesia-Cile Comprehensive Economic Partenership Agreement (IC-CEPA) yang sudah diimplementasikan tahun ini, pada tahun depan Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA) juga ditargetkan mulai dapat diimplementasikan.

“Kita punya peluang ekspor yang besar ke Australia tahun depan. Kita akan manfaatkan itu,” katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top