Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Diminta Perjelas Peta Jalan Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Peta jalan yang matang diyakini akan mendukung pengembangan industri lokal.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  02:17 WIB
Foto udara simpang susun KM 108 jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Sabtu (4/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara simpang susun KM 108 jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Sabtu (4/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah diminta membuat peta jalan yang jelas untuk mendorong investasi dan pembangunan ekonomi di Indonesia.
 
Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peta jalan dan pemanfaatan investasi sebaiknya dimaksimalkan untuk mendukung industri lokal dan mengurangi produk impor yang masuk ke Indonesia.

"Jadi harus ada roadmap yang jelas dulu tentang pembangunan ekonomi nasional. Termasuk roadmap pemanfaatan investasi, sebaiknya untuk meningkatkan substitusi lokal. Jangan selalu tergantung impor," tuturnya di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
 
Tak hanya itu, dia melihat BUMN merupakan unsur cukup penting yang bisa dimaksimalkan pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi, sesuai amanah Undang-Undang (UU). Pembentukan holding BUMN pun diimbau untuk dilakukan dengan hati-hati.

"Jika holding BUMN itu dibentuk karena melihat Temasek, pembentukannya menjadi tidak tepat. Singapura hanya seluas kota, berbeda dengan Indonesia yang luasnya dari Sabang sampai Merauke. Perbaiki BUMN yang sakit dengan menyamarkannya dengan menggabungkannya dengan yang sehat," ucapnya.
 
Sementara itu, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menjelaskan bahwa middle income trap merupakan ancaman yang nyata di Indonesia.
 
“Pertanyaannya, apa benar pernyataan Pak Jokowi bahwa investasi akan dikejar dan hajar? Seolah-olah kan investasi enggak bermasalah, ini sangat tidak benar. Saya heran kenapa Pak Jokowi bilang itu. Investasi di kita baik-baik saja tidak jelek, tidak extraordinary juga,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top