Biro Perjalanan Harus Aktif Tangkap Peluang Wisata Generasi Milenial

Generasi milenial kian aktif melakukan perjalan wisata berbasis teknologi dengan berbiaya murah. Atas kondisi ini, biro perjalanan harus lebih kreatif menangkap peluang dari kalangan ini.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  00:45 WIB
Biro Perjalanan Harus Aktif Tangkap Peluang Wisata Generasi Milenial
Ilustrasi-Peserta melakukan swafoto pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Generasi milenial kian aktif melakukan perjalan wisata berbasis teknologi dengan berbiaya murah. Atas kondisi ini, biro perjalanan harus lebih kreatif menangkap peluang dari kalangan ini.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy menuturkan, generasi milenial saat ini sudah lebih dekat digital. Metode yang digunakan adalah search and buy. Kini, sebanyak 70 persen perjalanan wisata kaum milenial menggunakan peranti digital.

Konsep perjalanan yang dilakukan generasi milenial sudah mendekati 4.0, dengan berbasis teknologi, internet dan data.

“Saat ini pertumbuhan digital tourism mencapai 22 persen. Mau tidak mau, pelaku pariwisata harus siap dengan kondisi ini dan biro perjalanan harus lebih kreatif mencari peluang," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (9/8/2019).

Didien menuturkan, biro perjalanan dan agen perjalan harus mampu beradaptasi dengan gaya berwisata milenial, dengan menyediakan multiproduk, mulai dari hotel besar hingga homestay.

Selain itu, biro perjalanan harus menyediakan guide konvensional dan online yang selalu siap sedia setiap waktu untuk melayani milenial.

United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA) memproyeksikan jumlah populasi generasi milenial di Indonesia dengan usia 15-35 tahun pada 2030 akan menempati urutan kedua sebanyak 82 juta jiwa, setelah China sebanyak 333 juta jiwa.

Sementara itu, Filipina, Vietnam dan Thailand akan memiliki generasi milenial masing-masing 42 juta, 26 juta dan 19 juta.

UNDESA memproyeksikan Asia akan menjadi rumah dari generasi milenial, atau memiliki 57 persen dari generasi milenial di dunia. Didien menuturkan, kondisi ini menjadi peluang Indonesia untuk menaikkan jumlah wisatawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, generasi milenial

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top