Bank Indonesia Pastikan Inflasi Juli 2019 Masih Terkendali

Bank Indonesia menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2019 berada di posisi 0,31 persen secara month-to-month (mtm).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  12:32 WIB
Bank Indonesia Pastikan Inflasi Juli 2019 Masih Terkendali
Pedagang menunjukkan cabe kriting di Pasar Tradisional Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/5/2019). - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mengklaim inflasi Indeks Harga Konsumen pada Juli 2019 tetap terkendali.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2019 tercatat sebesar 0,31 persen secara month-to-month (mtm), kni menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,55 persen mtm.
 
"Penurunan inflasi didorong oleh inflasi kelompok inti dan volatile food yang terjaga serta deflasi kelompok administered prices," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/8/2019).
 
Onny menerangkan dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK mencapai 2,36 persen secara year-to-date (ytd) atau 3,32 persen secara year-on-year (yoy) sampai dengan Juli 2019. Realisasi ini disebut tidak banyak berubah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,28 persen yoy.
 
"Ke depan, BI tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil yang diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,5 persen plus minus 1 persen pada 2019," tegasnya.
 
Onny menambahkan inflasi inti tetap terkendali didukung ekspektasi yang terjaga. Inflasi inti tercatat sebesar 0,33 persen mtm pada Juli 2019, sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang berada di level 0,38 persen mtm. 
 
Adapun komoditas utama penyumbang inflasi kelompok inti adalah emas perhiasan, uang sekolah, upah tukang bukan mandor, bimbingan belajar, dan sepeda motor. 
 
Secara tahunan, inflasi inti tercatat berada di posisi 3,18 persen yoy, sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,25 persen yoy.
 
"Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya," lanjutnya.
 
Adapun inflasi kelompok volatile food melambat, meskipun perkembangan harga di beberapa komoditas pangan tetap perlu menjadi perhatian. 
 
Kelompok volatile food mencatat inflasi 0,89 persen mtm, menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,7 persen mtm. Penurunan ini terutama bersumber dari komoditas bawang merah, bawang putih, tomat sayur, ikan segar, jeruk, kelapa, dan minyak goreng yang mencatat deflasi. 
 
Namun, komoditas aneka cabai masih menjadi penyumbang inflasi, sebagai dampak kurang menguntungkan dari musim kemarau. 
 
Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,9 persen yoy, stabil dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang berada di posisi 4,91 persen yoy.
 
Sementara itu, kelompok administered prices kembali deflasi pada Juli 2019. Deflasi tercatat berada di level 0,36 persen mtm, jauh lebih dalam dibandingkan deflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,09 persen mtm.
 
Kondisi ini dipengaruhi berlanjutnya dampak kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara serta koreksi tarif angkutan antarkota dan tarif kereta api setelah Idulfitri. 
 
Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 2,22 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,89 persen yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top