PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH : Saatnya Jawa Tengah Bergerak

Dalam pepatah Jawa dikenal istilah alon-alon waton kelakon. Artinya kurang lebih bergerak perlahan tetapi pasti, atau tidak terburu-buru dalam bertindak.
Alif Nazzala Rizqi & Hafiyyan Alif Nazzala Rizqi & Hafiyyan | 02 Agustus 2019 09:16 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH : Saatnya Jawa Tengah Bergerak
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua kiri) mengamati maket Kawasan Industri Kendal (KIK) menjelang peresmiannya, di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11). - Antara/Aditya Pradana Putra

Dalam pepatah Jawa terkenal istilah alon-alon waton kelakon. Artinya kurang lebih bergerak perlahan tetapi pasti, atau tidak terburu-buru dalam bertindak.

Namun, kali ini Provinsi Jawa Tengah tampaknya harus menekan pedal gas lebih dalam untuk memacu Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB). Tidak tanggung-tanggung, Jateng menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 7% pada 2023 atau dalam 5 tahun mendatang.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu menyampaikan, selain Jawa Timur, Jateng menjadi salah satu provinsi yang ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Pada 2023, pertumbuhan ekonomi Jateng ditargetkan mencapai 7%, melesat dari 2018 sebesar 5,32%. Untuk mencapai target PDRB itu, dalam waktu 5 tahun Jateng membutuhkan investasi sebesar Rp774 triliun.

“Ini komitmen kami yang memang tidak mudah. Karena, itu kami ingin memacu investasi ke Jateng. kami berkomitmen memudahkan perizinan dan pemberian insentif agar pelaku usaha merasa nyaman di sini,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (30/7).

Bila melihat data historis, mengejar target pertumbuhan ekonomi 7% memang menantang.

Dalam 5 tahun terakhir atau periode 2014—2018, PDRB Jateng masing-masing tahun bertumbuh 5,27%, 5,7%, 5,28%, 5,27%, dan 5,32% saja. Data menunjukkan PDRB Jateng hanya sedikit di atas PBD nasional yang berkisar 5%.

Menarik investasi Rp774 triliun dalam 5 tahun mendatang juga bukan perkara enteng. Dengan hitung-hitungan sederhana, setidaknya investasi yang masuk ke Jateng diharapkan mencapai Rp154,8 triliun per tahun.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : ganjar pranowo
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top