Bekraf Ungkap Tantangan Besar Siapkan SDM Berkualitas Era Industri 4.0

Bekraf menganggap percuma jika nantinya banyak talenta yang muncul, namun mereka tak bisa memberi kontribusi signifikan bagi negara.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  20:14 WIB
Bekraf Ungkap Tantangan Besar Siapkan SDM Berkualitas Era Industri 4.0
Logo Badan Ekonomi Kreatif. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Ada tantangan besar yang harus dijawab pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menghadapi revolusi industri 4.0.

Menurut Wakil Kepala Badan Ekonomi dan Kreatif (Bekraf) Ricky Pesik, tantangan bagi pemerintah adalah menyiapkan ekosistem untuk para talenta di Indonesia.

Bekraf menganggap percuma jika nantinya banyak talenta yang muncul, namun mereka tak bisa memberi kontribusi signifikan bagi negara.

“Talenta-talenta ini harus didukung kebijakan yang memungkinkan mereka accelerate. Tentu juga ada birokrasi untuk mendukungnya. Ini harus jadi perhatian. Kalau ada lembaga tapi talentanya tak bisa didorong dan diberi jalur untuk lari cepat, maka akan pusing sendiri talenta-talenta ini,” ujar Ricky di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Menurut Ricky, dalam mengembangkan kualitas SDM Indonesia dibutuhkan dana pengembangan dan riset yang besar. Pemerintah juga perlu memiliki satu data manajemen talenta agar anak-anak muda berkualitas yang terdeteksi tak bingung dalam berkarya.

Kehadiran anak-anak muda berkualitas juga harus diikuti keberadaan tolak ukur, atau benchmark yang ajeg. Ricky menganggap percuma jika para talenta ini mendapat binaan tanpa memiliki tolak ukur jelas untuk berkompetisi di dunia internasional.

“Kita tak mau hanya melahirkan jago kandang saja dengan manajemen talenta ini,” ujarnya.

Pernyataan soal tantangan dalam menyiapkan SDM berkualitas diungkapkan Ricky menanggapi rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Lembaga Manajemen Talenta di periode kedua pemerintahannya. Rencana itu diungkap Jokowi dalam pidato Visi Indonesia di Sentul, Bogor, 14 Juli lalu.

Ricky mengaku belum mengetahui bagaimana rancang Lembaga Manajemen Talenta yang hendak dibuat pemerintah. Namun, dia memperkirakan lembaga itu nantinya ditugaskan menyiapkan sebanyak mungkin anak muda untuk “bertarung” di tataran global pada sektor yang berbeda-beda.

“Saya nangkapnya keinginan Presiden adalah Indonesia segera membutuhkan sosok-sosok yang memang siap bertarung di level duni. Karena sekarang momennya begitu. Kalau tidak, kita kehilangan momentum dan akan jadi konsumen terus,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sdm, Bekraf

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top