JK dan Menteri Ekonomi Bahas Perjanjian Dagang dengan Eropa, India, Korea Selatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumpulkan Menteri Bidang Perekonomian untuk menyepakati materi negoisasi yang dibawa delegasi Kementerian Perdagangan RI dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement ( CEPA) dengan Uni Eropa, India dan Korea Selatan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  18:41 WIB
JK dan Menteri Ekonomi Bahas Perjanjian Dagang dengan Eropa, India, Korea Selatan
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019). - Antara
 
Bisnis.com, JAKARTA  - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumpulkan Menteri Bidang Perekonomian untuk menyepakati materi negoisasi yang dibawa delegasi Kementerian Perdagangan RI dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement ( CEPA) dengan Uni Eropa, India dan Korea Selatan.

"Hari ini saya harus berangkat segera karena kita sudah masuk pada tahap perundingan," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Menurutnya, dalam rapat yang dipimpin Wakil Presiden itu telah disepakati beberapa hal yang dapat dinegosiasikan dengan negara mitra ini.

"Terutama India, mereka mensyaratkan beberapa services," katanya.

Khusus untuk perundingan dengan Eropa, Enggar menyebutkan Indonesia akan terus melakukan negoisasi. Perundingan dikhususkan untuk barang-barang Indonesia di luar sawit. 

"Catatannya adalah kami tidak akan berlanjut [negoisasi dengan Eropa] kalau masalah CPO itu tidak clear. Tapi biar saja dulu jalan," katanya.

Enggar menyebutkan, dalam negoisasi dengan Uni Eropa ini Indonesia juga melihat peluang lain untuk memberikan perlakuan yang serupa. 

"Kami baru mengundang importir dairy product [dari Uni Eropa], kami bilang ada subsidi juga sama dengan subsidi biodisel. Kami bisa tentukan juga tarif yang sama," katanya.

Untuk itu, Enggar meminta para importir produk susu dari eropa ini mempersiapkan alternatif dengan mencari pemasok lain seperti dari India atau Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan, perdagangan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top