Pelni Sarankan Perusahaan Perawatan Kapal Daerah Ikut Lelang

VP Pemasaran Angkutan Kapal Barang PT Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetyo mengatakan perawatan kapal selama ini dilakukan di fasilitas pemenang lelang yang diadakan perseroan. Kapal yang dioperasikan tidak bisa serta merta dilakukan perawatan di sembarang tempat.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  23:17 WIB
Pelni Sarankan Perusahaan Perawatan Kapal Daerah Ikut Lelang
Kapal milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) KM Dobonsolo merapat di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, AMBON – PT Pelni (Persero) menilai perusahaan perawatan kapal di daerah yang sama dengan wilayah operasional perseroan bisa mengikuti proses lelang yang dilakukan setiap tahun.

VP Pemasaran Angkutan Kapal Barang PT Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetyo mengatakan perawatan kapal selama ini dilakukan di fasilitas pemenang lelang yang diadakan perseroan. Kapal yang dioperasikan tidak bisa serta merta dilakukan perawatan di sembarang tempat.

“Fasilitas docking yang mengerjakan kapal kami didapatkan melalui tender. Pemenang tender adalah perusahaan perawatan yang memenuhi aspek harga, kualitas pekerjaan, pengalaman, hingga kesiapan docking space,” kata Didik, Selasa (30/7/2019).

Dia menambahkan selama ini kapal yang beroperasi di wilayah Ambon, proses perawatannya dilakukan di wilayah lain seperti Bitung atau Makassar. Kendati demikian, pihaknya tidak menampik apabila perawatan juga dilakukan di Ambon bisa meningkatkan efisiensi waktu.

Namun, lanjutnya, aspek kualitas pekerjaan atau harga yang ditawarkan belum tentu kompetitif seperti pemenang lelang sebelumnya. Terlebih, biasanya komponen maupun suku cadang kapal tetap didatangkan dari Pulau Jawa, sehingga semakin jauh jarak maka ongkos kirim yang ditanggung akan tinggi.

Didik menjelaskan untuk jadwal perawatan kapal pada 2020, proses lelangnya sudah mulai diadakan tahun ini. Perusahaan perawatan kapal yang ikut lelang sudah memastikan dirinya memiliki cukup docking space untuk memberikan pelayanan.

Akan tetapi, imbuhnya, perbaikan kapal yang sifatnya insidentil bisa dilakukan dan diutamakan pada fasilitas perawatan kapal terdekat yang tersedia. Perbaikan tidak harus dilakukan pada fasilitas perawatan pemenang lelang.

“Kalau memang daerah punya docking, kenapa tidak coba ikut lelang Pelni saja,” ujarnya

Hingga saat ini, terdapat dua perusahaan perawatan kapal yang beroperasi di Ambon, yakni PT Pasifik Dok Maluku milik swasta dan PT Dok Wayame milik pemerintah daerah.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon mengimbau agar operator kapal perintis dapat melakukan perawatan di lokasi yang sama dengan daerah operasinya.

Kepala KSOP Ambon Jefri Medison mengatakan selama ini ada beberapa kapal perintis yang memiliki homebase di Ambon, tetapi melakukan perawatan kapal di wilayah lain. Hal tersebut justru menimbulkan ketidakefisienan.

Dia menjelaskan beberapa keuntungan yang diperoleh adalah operator bisa memangkas waktu dan biaya. Apabila homebase di Ambon dan melakukan perawatan di Bitung, maka kapal harus menghabiskan waktu dan bahan bakar untuk melakukan perjalanan bolak balik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelni

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top