Realisasi Investasi di Luar Pulau Jawa Meningkat

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di luar Pulau Jawa terlihat mengalami peningkatan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  13:01 WIB
Realisasi Investasi di Luar Pulau Jawa Meningkat
Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di luar Pulau Jawa terlihat mengalami peningkatan.

Pada periode semester I/2019 realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp218,1 trilliun, naik 5,8% dari semester I/2018 sebesar Rp 206,2 trilliun.

Sementara itu, realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp177,5 trilliun atau meningkat 14,2% dari semester I/2018 sebesar Rp155,4 trilliun. Berdasarkan lokasi proyek (lima besar), antara lain: Jawa Barat (Rp68,7 triliun, 17,4%); DKI Jakarta (Rp54,5 triliun, 13,8%); Jawa Tengah (Rp36,2 triliun, 9,1%); Jawa Timur (Rp32,0 triliun, 8,1%); dan Banten (Rp24,6 triliun, 6,2%).

“Satu hal yang cukup menggembirakan, realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, relatif lebih besar dari Pulau Jawa selama periode Januari–Juni 2019 ini. Semoga kondisi ini terus dikembangkan, untuk mewujudkan keseimbangan pertumbuhan wilayah di Indonesia,” ujar Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Selasa (30/7/2019).

Adapun lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar semester I/2019, yaitu: Singapura (US$3,4 miliar, 23,9%); Jepang (US$2,4 miliar, 16,9%); China (US$2,3 miliar, 16,2%); Hong Kong, RRT (US$1,3 miliar, 9,2%); dan Malaysia (US$1,0 miliar, 7,0%).

“Ke depan, BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi Perizinan Berusaha melalui sistem Online Single Submission [OSS] termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top