Semester Pertama 2019, 2,9 Juta Wisatawan Mancanegara Masuki Bali Melalui Jalur Udara

Pertengahan tahun 2019 ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali kembali catat hal positif dalam operasional bandar udara.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  17:06 WIB

Bisnis.com, MANGUPURA – Pertengahan tahun 2019 ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali kembali catat hal positif dalam operasional bandar udara.

Sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi para wisatawan mancanegara untuk masuk ke Bali, tercatat sebanyak 2,9 juta wisatawan mancanegara telah dilayani oleh bandar udara selama enam bulan pertama tahun 2019 ini.

Dengan jumlah eksak sebanyak 2.924.996 wisatawan, terdapat pertumbuhan jumlah wisatawan sebesar 32.694 jiwa, atau naik sebesar 1,1% jika dilakukan perbandingan dengan catatan kedatangan wisatawan mancanegara pada semester pertama tahun 2018 lalu, yang mencapai 2.892.302 wisatawan.

“Masih berada dalam track yang positif. Untuk kedatangan wisatawan mancanegara, kami selaku pengelola bandar udara optimis untuk dapat berkontribusi lebih dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Bali,” ujar Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Sabtu (27/07).

“Kami telah melakukan koordinasi dan sinergi dengan banyak pihak untuk hal ini, salah satunya adalah dengan melakukan optimalisasi operasional penerbangan sehingga akan menambah slot penerbangan. Saat ini, secara operasional kami melayani 30 penerbangan setiap jamnya. Dengan optimalisasi ini, kami dapat menambah 2 slot lagi sehingga total setiap jamnya kami dapat melayani 32 penerbangan,” tambahnya optimis.

Dari 2,9 juta wisatawan tersebut, singgasana masih diduduki oleh Cina sebagai negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, dengan jumlah 629.339 wisatawan.

Australia dan India masih membuntuti di urutan kedua, masing-masing dengan jumlah kunjungan sebanyak 557.133 dan 193.276 wisatawan.

Ketiga negara ini mendominasi porsi keseluruhan jumlah wisatawan, dengan persentase gabungan sebesar 66%, atau hampir 2/3 dari total keseluruhan wisatawan mancanegara yang dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

“Menariknya, selama bulan Juni lalu, catatan kami menunjukkan bahwa wisatawan asal Australia kembali mengungguli jumlah kunjungan wisatawan Cina. Pada bulan Mei lalu, kami juga mencatat hal yang sama,” lanjut Herry.

Catatan jumlah turis asal Negeri Kanguru sebanyak 113.654 jiwa cukup jauh mengungguli jumlah 106.202 turis asal Cina.

Sepanjang semester pertama tahun 2019 ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melayani beberapa rute internasional baru, baik dari maskapai yang sebelumnya sudah beroperasi menghubungkan wisatawan dunia ke Bali, maupun maskapai yang benar-benar baru membuka rute penerbangan ke Bali.

“Dengan dibukanya beberapa rute internasional baru di 6 bulan pertama tahun ini, menunjukkan bahwa Bali semakin menjadi kiblat pariwisata dunia,” tambah Herry.

Di awal tahun, maskapai plat merah Garuda Indonesia membuka rute London-Bali. Di pertengahan bulan April, maskapai anggota Lion Group asal Malaysia, Malindo Air resmi membuka rute penerbangan yang menghubungkan ibukota negara bagian Australia Selatan, Adelaide, dengan Bali.

Pada akhir bulan Mei, maskapai low cost carrier asal Vietnam, VietJet Air, membuka rute penerbangan Ho Chi Minh City-Bali, yang berpotensi menghadirkan wisatawan asal sub-region Indochina ke Bali.

Yang terbaru, maskapai flag carrier Turki, Turkish Airlines resmi mengangkut penumpang asal Istanbul Airport ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali dengan Boeing 787 Dreamliner-nya.

”Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, kami akan mengalokasikan slot tambahan untuk maskapai yang mengajukan rute penerbangan internasional. Hal ini untuk menggaet dan mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan mancanegara ke Bali. Slot tambahan ini kami prioritaskan untuk rute-rute internasional dengan pesawat berbadan besar, demi optimalisasi jumlah penumpang. Tentunya, hal tersebut juga kami lakukan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada para pengguna jasa bandar udara,” tutup Herry.

Saat ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melayani 47 rute penerbangan internasional dari beberapa kawasan, yaitu Asia, Australia, Timur Tengah, dan Eropa.

Tercatat, terdapat 34 maskapai internasional yang berasal dari 17 negara yang menghubungkan Bali dengan berbagai negara di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkasa pura i

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top