Industri Elektronik Dalam Negeri Terus Menguat

Akselerasi industri elektronik akan ditopang oleh pendirian pabrik baru dan relokasi beberapa pabrik ke dalam negeri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  18:18 WIB
Industri Elektronik Dalam Negeri Terus Menguat
Karyawan beraktivitas di salah satu toko elektronik di kawasan Glodok, Jakarta, Senin (8/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian perindustrian optimistis industri elektronika dalam negeri dapat tumbuh positif tahun ini kendati pasar global diperkirakan menurun.

Kemenperin menyatakan nilai ekspor industri elektronika pada akhir tahun ini dapat tumbuh 6%. Kemenperin akan membina industri elektronika untuk dapat mencatatkan penjualan di pasar global pada semester II/2019 sebesar US$7,16 miliar atau naik 21,5% secara tahunan.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto mengatakan akselerasi tersebut akan ditopang oleh pendirian pabrik baru dan relokasi beberapa pabrik elektronika ke dalam negeri. Selain itu, realisasi penanaman modal asing ke industri elektronika telah mencapai 94,11% dari target Rp1,7 triliun pada semester I/2019.

“Optimis lah, sekarang ada PT Pegatron Technology Indonesia. Sekarang mudah-mudahan produk elektronika naik pesat. Pegatron baru masuk Batam langsung ekspor loh,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (29/7/2019).

Janu mengatakan sebagian pelaku industri elektronika pun berencana untuk menggenjot ekspor pada paruh kedau 2019. Adapun beberapa pelaku usaha yang berencana untuk menggenjot ekspor adalah PT Sky worth Industry Indonesia yang akan mengekspor televisi merek Toshiba ke Amerika Serikat (AS).

Selain itu, PT Panasonic Gobel Indonesia akan mendongkrak ekspor pendingin udara ke Taiwan dan Afrika. Janu mengatakan industri penjernih air domestik juga akan melakukan ekspor ke AS.

“Lalu [peningkatan] ekspor Sharp dan mesin cuci yang baru di Pindad. Ekspor LG US$300 juta kemarin saya beri rekomendasinya. Baru saja, Polytron mau tambah ekspornya,” katanya.

Menurutnya, industri lokal dapat menggantikan pasokan televisi pintar dan smart home router dari China yang terdisrupsi akibat perang dagang. Pihaknya juga membuka pasar-pasar non-tradisional seperti Ethiopia dan Nigeria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Elektronik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top