Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tokopedia & Traveloka Berbisnis Umrah, Asphurindo: Awas Terjadi Monopoli!

Pelaku usaha agen perjalanan meminta agar pelaku usaha marketplace tidak diperbolehkan terjun ke bisnis umrah, guna menghindari praktik monopoli.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  12:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha agen perjalanan meminta agar pelaku usaha marketplace tidak diperbolehkan terjun ke bisnis umrah, guna menghindari praktik monopoli.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Asphurindo) Hafidz Taftazani menuturkan apabila pemerintah tetap memberi ruang kepada e-commerce dan agen perjalanan daring (online travel agent/OTA) untuk menjual tiket umroh dikhawatirkan terjadi monopoli penjualan. 

Pihaknya tak ingin kondisi Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berakhir seperti agen perjalanan wisata konvensional yang banyak gulung tikar akibat kalah saing dengan OTA yang juga menjual tiket perjalanan wisata, pesawat dan hotel. 

"Kami tidak ingin seperti itu karena akan mematikan usaha perjalanan haji dan umrah. Dengan hadirnya layanan umrah melalui unicorn dalam penyelenggaraan umrah, tidak ada lagi masyarakat yang mendaftar umrah melalui biro perjalanan umrah," tuturnya kepada Bisnis.com, Selasa (23/7/2019).

Terlebih, lanjutnya, saat ini ada sebanyak 1.015 biro perjalanan umroh yang terdaftar dalam PPIU yang tentu sudah bekerja sama dengan kementerian di Arab Saudi. 

"Meskipun Tokopedia dan Traveloka tidak menjadi PPIU tetapi menjadi tempat untuk memudahkan bisnis umrah digital atau dengan kata lain sebagai tempat para biro umrah ini menjual paket atau tiketnya juga akan berdampak pada bisnis kami, kami menolak karena akan ada monopoli nantinya," ucapnya. 

Hafidz berharap pemerintah berperan serta melindung bisnis biro perjalanan umroh di Indonesia sesuai dengan ketentuan UU Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umrah
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top