Kementerian BUMN Pastikan PT Pos Indonesia Tidak Pailit

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan sampai saat ini PT Pos Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang sehat dan melakukan transformasi yang meliputi semua aspek baik bisnis, anak usaha, SDM dan keuangan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  23:47 WIB
Kementerian BUMN Pastikan PT Pos Indonesia Tidak Pailit
Pekerja mendata paket barang sebelum dialihkan ke pusat pemrosesan pos untuk dikirim ke tujuan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan sampai saat ini PT Pos Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang sehat dan melakukan transformasi yang meliputi semua aspek baik bisnis, anak usaha, SDM dan keuangan.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN terus mendorong upaya-upaya yang dilakukan PT Pos Indonesia (Persero) dalam transformasi usaha mengikuti perubahan lingkungan usaha yang cepat.

"Kami memastikan bahwa Pos Indonesia masih terus berkarya dan hak-hak karyawan dipenuhi. Pos Indonesia adalah perusahan yang sehat dan melakukan transformasi untuk menjadi BUMN yang lebih kuat dan terus melayani masyarakat hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” ungkapnya dalam keterangan, Senin (22/7/2019).

Kementerian BUMN juga mengawasi dengan seksama perkembangan PT Pos Indonesia agar tetap berkarya dan menjalankan fungsinya.

Sebelumnya, ramai diberitakan PT Pos Indonesia (Persero) meminjam uang untuk membayar gaji karyawan dan menjelang pailit. Pihak perusahaan pun sudah menyatakan bahwa berita itu tidak benar.

Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia, Benny Otoyo membantah segala pemberitaan mengenai kemungkinan pailitnya Pos Indonesia dan adanya klaim yang menyebut perusahaan meminjam dana dari perbankan untuk membayar upah karyawan.

"Pertanyaan 'Benarkah Pos pinjam bank untuk gaji karyawan?' jawabannya, TIDAK BENAR. Apakah ada perusahaan yang tidak perlu working capital, jawabannya, TIDAK ADA, demikian juga Pos Indonesia, kami perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan, dan lain-lain," katanya saat dihubungi Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pos indonesia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top